Rabu, 16 Februari 2022 08:42
Ilustrasi.
Editor : Nur Hidayat Said

 

 

RAKYATKU.COM - Ekspor Indonesia pada Januari 2022 mengalami penurunan dibandingkan Desember 2021, tetapi lebih tinggi dibandingkan Januari 2021. Rinciannya, non-migas sebesar USD18,26 miliar dan migas sebesar USD0,9 miliar.

Komoditas yang mengalami penurunan terbesar yaitu bahan bakar mineral, sedangkan yang mengalami peningkatan yaitu biji logam, terak, dan abu.

"Kalau kita secara bulanan, ekspor kita turun dari USD22,36 miliar menjadi USD19,16 miliar atau turun 14,29 persen," jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, dalam konferensi pers daring, Selasa (15/2/2022).

 

Setianto menambahkan, ekspor nonmigas Januari 2022 terbesar adalah ke Tiongkok senilaiUSD 3,51 miliar, disusul Amerika Serikat USD2,56 miliar, dan Jepang USD 1,51 miliar. Sementara, ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar USD3,34 miliar dan USD1,7 miliar.

Sementara, provinsi asal barang terbesar berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD3,11 miliar (16,21 persen), diikuti Jawa Timur USD1,88 miliar (9,81 persen), dan Riau USD1,73 miliar (9,05 persen).

"Impor Januari 2022 secara bulanan mengalami penurunan 14,62 persen. Atau pada Desember 2021 sebesar USD21,35 miliar menjadi USD18,23 miliar," tambahnya.

Komoditas impor yang mengalami penurunan yaitu produk farmasi, sedangkan yang mengalami peningkatan adalah serealia. Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2022 adalah China USD5,85 miliar (36,55 persen), Jepang USD1,39 miliar (8,67 persen), dan Thailand USD0,93 miliar (5,84 persen). (*)

Sumber: VOA Indonesia

TAG

BERITA TERKAIT