Sabtu, 12 Februari 2022 08:04
Jajaran DPRD Jeneponto turun memantau harga pupuk di Kecamatan Rumbia, Jumat (11/2/2022).
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Ketua Komisi II DPRD Jeneponto, Hanafi Sewang, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Rumbia, Jumat (11/2/2022), untuk menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat terkait harga pupuk yang diduga mahal.

 

"Sebelumnya ada aspirasi dari Pemuda Rumbia terkait harga pupuk yang dikeluhkan oleh masyarakat," ujar Hanafi.

Dari pantauannya, Hanafi menyebut harga pupuk di Rumbia bervariasi dari Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per sak.

Baca Juga : Bupati Jeneponto Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Publik

"Sesuai pantauan kami, harga pupuk bervariasi. Ada yang Rp120 ribu, ada yang Rp130 ribu, pengecer yang menjual dengan harga Rp130 ribu itu jika petani mengambil satu kantong pupuk nonsubsidi," terangnya.

 

Sementara, terkait dengan isu adanya harga harga Rp150 ribu, sesuai pengakuan pengecer itu terjadi pada akhir tahun.

"Jadi pengakuan pengecer saat itu dia diarahkan untuk tidak menjual dulu karena harga pupuk akan naik. Namun, katanya ada petani yang menyimpan uangnya dengan kesepakatan jika harga pupuk naik menjadi Rp150 ribu, maka akan ditambah dan jika turun maka uang petani akan dikembalikan," kata Hanafi.

Baca Juga : Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jeneponto

Sementara, Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Imam Taufiq Bohari, mengatakan usai melakukan pemantauan di semua pengecer pupuk di Rumbia, pihaknya berencana melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP).

"Komisi II akan upayakan RDP yang melibatkan semua stakeholder untuk mengklarifikasi dan mencarikan solusi terkait keluhan dan kendala yang ada di lapangan terkait distribusi dan penjualan pupuk bersubsidi," ucapnya. (*)

Penulis : Samsul Lallo