Rabu, 17 November 2021 21:02
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Penyakit batu ginjal (nefrolitiasis) yang tidak ditangani akan menjadi masalah kesehatan bagi pria dan wanita di usia 30 hingga 60 tahun.

 

Faktor risiko batu ginjal dipengaruhi gaya hidup dan jenis makanan.

Dokter spesialis Urologi dari Siloam Hospitals Makassar, Dr dr Syarif SpU (K) memberikan edukasi bahwa masalah kesehatan dan berbagai bahaya batu ginjal yang tidak ditangani, mungkin terjadi penurunan fungsi ginjal, sehingga sulit mengatur tekanan darah dan regulasi cairan pada tubuh.

Baca Juga : Buka Store ke-23 di Makassar, Booths Tawarkan Promo Menarik

Ia mengatakan banyak jenis makanan di Indonesia yang mengandung "purin" yaitu zat makanan sebagai penyebab awal keluhan asam urat.

 

"Kadar asam urat yang tinggi akan menjadi risiko timbulnya batu di saluran kencing," kata dokter Syarif.

Ia menjelaskan, gangguan batu ginjal dapat terjadi di bagian ginjal, saluran atas atau bawah, dan kandung kemih. Gejala batu ginjal ini diawali dengan sakit pinggang dengan nyeri yang hebat diiringi komplikasi seperti urine berdarah, berpasir, maupun keluar batu. Deteksi dini atau pemeriksaan awal keluhan batu ginjal dapat dilakukan melalui CT Scan Urografi.

Baca Juga : Rayakan Lebaran, Jaga Diri dan Keluarga Dengan Tetap Patuhi Prokes

"Melalui CT Scan Urografi yang dimiliki Siloam Hospitals, pemeriksaan mendeteksi batu ginjal di saluran urine dapat segera diketahui hasilnya," tambah Syarif.

Ia menjelaskan, batu ginjal terbentuk dari limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Contoh zat kimia yang dapat membentuk batu ginjal adalah kalsium dan asam oksalat. Seiring waktu, materi tersebut semakin keras dan menyerupai batu. Batu ginjal dapat disembuhkan melalui obat-obatan ataupun dengan tindakan operasi medis.

"Penyembuhan dapat dilakukan dengan obat, namun apabila tidak juga berhasil, akan dilakukan tindakan ESWL atau PCNL. ESWL yaitu extracorporeal shockwave lithotripsy, atau dikenal dengan gelombang kejut yang akan menghancurkan batu ginjal berukuran di bawah 2 cm dan akan keluar melalui saluran kecing," jelas Syarif.

Baca Juga : Grand Opening SYR Aestetic Clinic, Facial Hanya Rp 50 Ribuan

PCNL atau percutaneous nephrolithotomy adalah teknik menyingkirkan batu ginjal lewat sayatan kecil di sekitar pinggang yang sangat membantu untuk menghilangkan batu ginjal yang berukuran lebih dari 2 sentimeter.

Dokter Syarif menegaskan bahwa informasi meminum air kelapa yang dapat pula mengeluarkan batu ginjal dengan sendirinya merupakan mitos.

"Karena belum adanya pernyataan medis dari dunia kedokteran mengenai hal ini," sebut dokter Syarif.

Baca Juga : Peneliti Temukan Hubungan Antara Merokok dengan Pendarahan pada Otak

Organ ginjal yang berperan untuk menyaring darah dan apabila rusak ginjal, artinya harus diterapi dengan alat yang sering yang disebut cuci darah.

Keluhan batu ginjal yang bisa menyerang semua gender dan usia ini dapat dihindari dengan kebiasan sederhana dengan rajin secara berkelanjutan dengan meminum air putih minimal 1,5 liter per hari.

"Mengurangi makanan yang mengandung purin dan selalu sayangilah ginjal kita," pungkas dokter Syarif.

Penulis : Syukur

BERITA TERKAIT