RAKYATKU.COM,MAKASSAR -- Maraknya aksi oknum yang tidak bertanggung jawab dalam memanfaatkan aset negara menjadi lahan bisnis maupun kepentingan pribadi membuat Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto geram.
Pada hari jadi ke-414 Kota Makassar yang jatuh pada 9 November 2021, anak lorong Makassar ini meminta secara tegas SKPD terkait agar lebih teliti dan berhati-hati dalam pemberian izin.
Hal tersebut dibuktikannya saat hadir dalam acara simposium yang dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi gerakan penyelamatan aset milik negara dan daerah se-Sulawesi Selatan yang diadakan di ruang rapat pimpinan kantor gubernur Sulsel, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga : Sahruddin Said: Pengusaha Jangan Untung Besar, Pemkot Makassar Justru Menanggung Dampaknya
Turut dihadiri plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serta beberapa kepala daerah kabupaten/kota se-Sulsel, Danny Pomanto turut membubuhkan tanda tangannya sebagai persetujuan untuk mendukung gerakan penyelamatan aset negara.
“Deklarasi ini perlu dilakukan. Banyak aset negara juga daerah yang lepas bahkan diserobot paksa oleh oknum nakal yang sangat merugikan. Dengan adanya dukungan seperti ini berarti kita semua sepakat untuk bersama memberantas pengambilan aset,” tutur Danny.
Plt Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Yudiawan Wirisono dalam sambutannya juga mengimbau agar pemerintah kabupaten/kota bergegas untuk melakukan pendataan, legalisasi, inventarisasi, dan tindak lanjut permasalahan aset daerah guna perwujudan komitmen pemberantasan korupsi.
BERITA TERKAIT
-
MHM Jadi Catatan Pansus LKPJ, DPRD Dorong Tata Kelola Anggaran Lebih Efisien
-
Buka Raker KORMI 2026, Wali Kota Makassar: Jangan Seremonial, Harus Ada Program Nyata!
-
Wali Kota Makassar Pangkas Perjalanan Dinas Rp60 Miliar, & Setop Pengadaan Randis Baru
-
HORE Expo 2026 Dorong Kebangkitan Industri Hotel dan Restoran Sulsel, Libatkan Puluhan Tenant UMKM