Minggu, 22 Agustus 2021 18:52
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Meski di tengah pandemi Covid-19, tiga Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Universitas Negeri Makassar (UNM), yakni Dr Idawati Garim, Prof Kisman Salija, dan Dr Asia mengadakan pengabdian untuk melatih tindak tutur guru-guru sekolah dasar negeri di Tinggimoncong, Gowa.

 

Dr Idawati Garim menjelaskan bahwa jika tuturan seseorang itu baik maka karakter, sifat, dan sikap pribadinya pun akan baik. Sebaliknya, apabila tuturan seseorang tersebut tidak baik, karakter, sifat, dan sikapnya pun tidak baik.

"Pengabdian ini sangat penting untuk dilakukan untuk membina masyarakat khususnya masayarakat Tinggimoncong melalui penyuluhan bahasa Indonesia menjadi masyarakat yang cerdas dalam mengungkapkan ide, gagasan, dan maksud yang ingin disampaikan kepada mitra tutur dan santun dalam berbahasa atau berkomunikasi," terangnya, Minggu (22/8/2021).

 

Sementara itu, Prof Kisman Salija menuturkan solusi masalah yang ditargetkan dalam pengabdian ini adalah guru sekolah dasar di Tinggimoncong dapat memahami atau menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, temuan atau inovasi yang diharapkan dari pengabdian ini adalah mengadakan penyuluhan bahasa terhadap anak-anak sekolah dasar negeri di Tinggimoncong.

"Ada beberapa fungsi yang ditelusuri, seperti fungsi tuturan dalam berterima kasih, menyatakan sikap, pengharapan, pertentangan, dan cara meminta," pungkas mantan dekan Fakultas Bahas dan Sastra (FBS) ini.

Pelatihan dalam program pengabdian ini dilakukan secara daring dengan jumlah peserta tak kurang dari 20 guru sekolah dasar yang telah berlangsung sejak Maret.

 

TAG

BERITA TERKAIT