Jumat, 30 Juli 2021 17:45
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM — Prodi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Megarezky (Unimerz) turun tangan membantu penanganan Covid-19.

 

Salah satunya diwujudkan dengan memberi dukungan terhadap isolasi atau karantina relawan Covid-19 Sulawesi Selatan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Antang, Kota Makassar.

Pimpinan Prodi Ners Unimerz berkunjung ke lokasi, Jumat (30/7/2021). Datang bersama lembaga mahasiswa Forum Communication nursing Student (FOCUS) Unimerz beserta mitra sponsor PT Isam Cahaya Group.

Baca Juga : Perjuangan Mahasiswi Unimerz Lewati Medan Berat demi Tolong Ibu Bersalin

Karantina relawan Covid-19 Sulsel di BBPK Antang diinisiasi dan dikelola dr Hisbullah dan TBM Calcaneus.

 

Bantuan berupa tabung oksigen, masker, hand sanitizer, makanan dan minuman diserahkan Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Ns Syaiful, SKep MKep bersama pengurus FOCUS dan diterima langsung dr Hisbullah SpAN-KIC, KAKV dan TBM Calcaneus sebagai bentuk kepedulian kampus Unimerz dengan pandemi Covid-19 ini.

"Bantuan ini diharapkan bisa membantu para relawan dan pasien Covid-19 yang dikarantina di lokasi ini untuk terus kuat membantu masyarakat Kota Makassar," ujar Syaiful.

Baca Juga : Prodi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Unimerz Gelar Lokakarya Kurikulum Menuju Akreditasi Unggul

Lokasi karantina ini tidak jauh dari kampus Universitas Megarezky di Antang.

Tempat karantina ini sudah menampung puluhan dari ratusan orang yang sudah mendaftar melalui pendaftaran online.

Baca Juga : Prodi Pendidikan Profesi Ners Unimerz Ikut Workshop Implementasi Kurikulum AIPNI 2021

"Perlu kami sampaikan bahwa konsep yang kami terapkan dalam program isolasi di BBPK ini adalah karantina wilayah. Orang yang sementara isolasi bebas bersosialisasi di ruang terbuka, di taman-taman, di lapangan, di halaman tanpa batasan waktu yang penting mereka tidak keluar dari area atau zona yang sudah ditentukan," kata dr Hisbullah.

Pasien tidak perlu terus menerus berdiam diri dalam kamar. Mereka boleh jalan-jalan di taman, berolahraga, berjemur, atau duduk-duduk di bawah pohon.

"Alhamdulillah suasana di tempat pelatihan ini sangat mendukung karena halaman luas, pohon-pohon rindang, taman sangat terawat dengan kontur tanah yang berbukit sehingga penataannya indah dipandang mata," lanjut dr Hisbullah.