Sabtu, 03 Juli 2021 09:02
Foto: AP Photo.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Desa Lytton di Kanada rata dengan tanah setelah kebakaran hutan dan lahan melahap 90 persen bangunan desa. Beberapa hari lalu kawasan ini didera gelombang panas" href="https://rakyatku.com/tag/gelombang-panas">gelombang panas yang memecahkan rekor suhu udara nasional.

 

Setelah gelombang panas mematikan selama tiga hari berturut-turut, warga Lytton di Kanada sebenarnya berharap situasi lekas membaik.

Suhu udara yang sempat mencatat rekor nasional dengan 49,6 derajat Celcius, perlahan menurun pada Rabu (30/6/2021).

Baca Juga : Hasil Piala Dunia: Kalah 4-1 Dari Kroasia, Harapan Kanada Masuk 16 Besar Pupus

Pada hari yang sama, sekitar 15 kilometer di selatan desa, Jean McKay, mengaku mulai mencium bau kebakaran saat mendapat perintah evakuasi. Di luar dia mendapati asap hitam membumbung tinggi dari desa.

 

Api menjalar cepat dan sebagian besar bangunan mulai terbakar hanya dalam tempo beberapa menit.

"Sebanyak 90 persen bangunan di dalam desa hangus terbakar, termasuk kantor desa,” kata seorang anggota legislatif lokal, Brad Vis, seperti dikutip AFP.

Baca Juga : Babak Pertama Kroasia Kalahkan Kanada 2-1

Kebakaran hutan dan lahan di barat Kanada dan California, Amerika Serikat (AS) memaksa ribuan orang mengungsi.

Suhu yang ekstrem, ditambah kekeringan, memicu bencana kebakaran di kedua negara. Provinsi British Columbia di Kanada, misalnya, mendeteksi 62 titik api baru dalam 24 jam terakhir.

"Saya sekali lagi menegaskan betapa ekstremnya risiko kebakaran hutan saat ini,” kata kepala pemerintahan provinsi, John Horgan.

Baca Juga : Kroasia vs Kanada, Baru Dua Menit Berlaga Gol Sudah Tercipta

Api diprediksi disebabkan oleh sambaran petir. Suhu udara yang terlampau tinggi dikabarkan memicu badai di sejumlah lokasi. Kebakaran menjalar selama sepekan sebelum mengamuk di Desa Lytton, klaim media-media lokal.

Sumber: DW