Selasa, 08 Juni 2021 17:15
Mobil ambulans PSC Bulukumba terparkir di Kantor PSC, Jalan Jenderal ahmad Yani, Kelurahan Caile, Kota Bulukumba.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Pelayanan Super Cepat Public Safety Center (psc bulukumba kehabisan anggaran operasional" href="https://rakyatku.com/tag/psc-bulukumba">PSC) Kabupaten Bulukumba kini sedang "sakit keras" alias mengalami kendala besar.

 

Mobil ambulans yang selama ini bekerja melakukan pelayanan dasar harus terparkir di Kantor PSC, Jalan Jenderal ahmad Yani, Kelurahan Caile, Kota Bulukumba.

Itu terjadi karena kehabisan biaya operasional. Untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) pun tidak jelas. Kondisi memprihatinkan ini terjadi bukan hanya sekali, bahkan kerap terulang dalam tiga bulan terakhir.

Salah seorang perawat membeberkan, belum lama ini salah satu ambulans macet usai mengantarkan ibu hamil ke Puskesmas Caile. Itu terjadi karena aki mobil mengalami masalah.

 

Tak jarang, kondisi jarum BBM sudah menunjuk eror saat penjemputan pasien sehingga mengurangi kesigapan pelayanan.

"Sudah beberapa kali, mobil dipakai dalam kondisi BBM eror, bahkan jarum indikatornya sudah sandar (nol). Kami kadang khawatir, di mana mau mogok lagi ini mobil," kata salah saorang petugas PSC saat ditemui di kantornya, Selasa (8/6/2021).

Sementara itu, Koordinator PSC, Ikhwan, saat dihubungi tak menampik kondisi ini. Dia mengaku ini terjadi lantaran kekurangan anggaran opersional sehingga tak ada perawatan rutin untuk kendaraan.

"Nanti di perubahan anggaran kita usulkan lagi. Untuk sekarang kita carikan pos-pos anggaran untuk bisa menutupi BBM," jelasnya.

Kondisi inipun akhirnya menuai sorotan sejumlah pihak. Anggota DPRD Bulukumba, Juandy Tendean (JT), mengaku kondisi tersebut mestinya tak harus terjadi. Sebab, akan memberi pengaruh terhadap pelayanan dasar terhadap masyarakat.

"Masa tak ada operasional yang disiapkan? Kan lucu juga. Mobil itu harus ada BBM karena mobil pelayanan. Ini PSC memang sakit meneajemennya, belum lagi honor di sana kadang telat," ucapnya.

Ia menilai salah satu penyebab kerapnya terjadi masalah di PSC karena ketidakmampuan komunikasi yang dilakukan koordinator PSC dalam menjembatangi fasilitas dan keluhan dari para tenaga medis yang bekerja di PSC.

"Jangan-jangan koordinatornya jarang datang ke PSC melihat kondisi fasilitas. Kalau alasan refocusing lagi, ini kan pelayanan kesehatan mereka bekerja juga untuk penanganan Covid," jelasnya.

Terakhir, JT berharap agar Dinas Kesehatan lebih memperhatikan seluruh fasilitas dan kesejahteraan para tenaga medis. "Seperti kendaraan kalau jarang diservis itu kan akan rusak. Kalau rusak, padahal masih baru akan dianggarkan lagi. Aset yang ada harusnya dijaga dan dirawat dengan baik untuk menunjang pelayanan," bebernya.

Penulis : Rahmatullah

BERITA TERKAIT