Jumat, 07 Mei 2021 20:02
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Gubernur Maluku Murad Ismail tak bisa menahan emosi. Dia ingin mendampingi Presiden Jokowi menyapa warga. Namun, dihalangi seorang perempuan.

 

Dalam video yang beredar, perempuan itu terlihat bertolak pinggang. Sementara Gubernur Murad Ismail sedang berjalan maju mendekati presiden Joko Widodo.

Saat itu, mobil Presiden Jokowi beriringan dengan mobil gubernur. Di tengah jalan Jokowi singgah menyapa warga. Gubernur ikut turun dari mobil untuk mendampingi presiden.

Baca Juga : Video di Hanggar Viral, DPRD Makassar Panggil Pengelola

Eh, perempuan itu menghalangi gubernur. Meminta agar tidak mendekati Jokowi. Namun, tak diindahkan gubernur sehingga perempuan itu marah.

 

"Kamu siapa? Bodok, marah-marah lagi," kata Murad kepada wanita tersebut dengan suara lantang.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, perempuan tersebut merupakan protokoler Istana Kepresidenan.

Baca Juga : Danny Pomanto Jamu Gubernur Maluku Murad Ismail dengan Kuliner Khas Makassar

Peristiwa itu terjadi ketika Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja untuk menemui korban gempa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada 29 Oktober 2019.

"Itu hanya kesalahpahaman saja, tidak perlu dibesar-besarkan," kata Heru dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Heru juga mengatakan bahwa kedua pihak telah meluruskan kesalahpahaman setelah kejadian. Belakangan video tersebut kembali viral.

Baca Juga : Gubernur Maluku Jajaki Kerja Sama Ekspor Beragam Komoditas di Sulsel

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang juga mengakui, video itu merupakan video lama saat kunjungan Presiden di lokasi pengungsian gempa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.

“Jadi saat iring-iringan Pak Presiden, Pak Gubernur dan para pejabat lainnya itu mau ke Universitas Darusalam kalau enggak salah. Nah, di tengah jalan itu kalau tidak salah mobil presiden berhenti untuk menyapa masyarakat, gubernur itu ada di belakang. Pak Gub mau maju dihalangi ibu itu,” cerita Kasrul.