Minggu, 02 Mei 2021 22:04
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,JENEPONTO -- Selincah apa Freman, bendahara DPRD Jeneponto itu? Tupai saja yang pandai meloncat, akhirnya jatuh juga.

 

Sekretaris DPRD Jeneponto, Muh Asrul mengatakan Freman diduga membawa kabur uang Rp500 juta. Dana itu untuk membayar gaji pegawai. Beruntung, dana setengah miliar lainnya berhasil diselamatkan. Sudah diblokir di Bank BPD Jeneponto.

"Sudah mi saya laporkan di polisi, tapi baru secara lisan. Baru bincang-bincang untuk mencari jalan keluarnya toh. Tapi itu sudah bentuk laporan mi sebenarnya karena saya minta petunjuknya juga. Itu yang dikhawatirkan, jangan sampai ini Freman kabur betul," ujar Muh Asrul lewat sambungan telepon, Minggu (2/5/2021).

Baca Juga : Bupati Jeneponto Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Publik

Asrul berencana membuat laporan resmi ke Polres Jeneponto, Senin (3/5/2021). Selain itu, dia akan menyurat agar dilakukan pemblokiran semua rekening milik Freman.

 

"Cuman karena tidak ada persediaan di Bank BPD sehingga yang dicairkan tunai baru Rp500 juta. Selebihnya masuk di rekening pribadinya. Mungkin begitu bicaranya ke pemegang kas, kalau cairki kasih masuk di rekeningku," kata Asrul.

Soal tanda tangannya yang diduga dipalsukan, Asrul menyerahkannya kepada kepolisian untuk mengusutnya.

Baca Juga : Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jeneponto

Dia berharap Freman segera ditemukan bersama uang setengah miliar yang dibawa kabur.

"Target kita bagaimana menemukan ini Freman dengan uang Rp500 juta baru kita bicara yang lain-lain. Bagaimana mekanisme pencairan dana segala macam. Termasuk surat menyurat kan banyak. Kepada polisi dan kepada siapa pun. Ini Freman harus ditemukan dulu," sebutnya.

 

Penulis : Samsul Lallo