Senin, 26 April 2021 21:05
MV Swift Rescue (dok.Facebook/Ng Eng Hen)
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - Singapura mengirimkan kapal MV Swift Rescue untuk mencari kapal selam milik Indonesia, KRI Nanggala-402.

 

Kapal MV Swift Rescue berhasil mendapatkan citra kamera dan menemukan posisi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di kedalaman 838 meter. Kapal yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Singapura ini dilengkapi dengan peralatan-peralatan canggih.

Melansir laman Naval Technology, MV Swift Rescue merupakan Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV) yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Republik Singapura (RSN).
Kapal selam ini dibangun oleh ST Marine, anak perusahaan dari Singapore Technologies Engineering (ST Engineering). Kapal ini mampu melakukan operasi penyelamatan dalam kondisi Sea State 5, yang diluncurkan pada November 2008.

Baca Juga : Militer China Pun Angkat Tangan, KRI Nanggala-402 Dibiarkan Tetap di Dasar Laut

Kapal dilengkapi dengan kemampuan Submarine Escape and Rescue (SMER), dengan sistem penyelamatan mencakup Submarine Rescue Vehicle (SRV) dan Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV), yang saling terintergrasi. Dikutip dari ISMERLO, Singapura membeli sistem penyelamatan kapal selam dari James Fisher Defense.

 

Kapal ini sepenuhnya dioperasikan oleh perusahaan sipil, First Response Marine Ltd, yang mengumpulkan pemilik kapan M/V Swift Rescue dan James Fisher Defense. Sistem beroperasi sepenuhnya sejak awal 2009.

M/V Swift Rescue dioperasikan oleh Singapore Technology Marine, dengan awak Swire Pacific Offshore. Sementara komando misi dan tim medis disediakan oleh RSN.

Baca Juga : Pelindo Bersatu Berikan Tali Asih Rp1,63 Miliar untuk Keluarga Korban KRI Nanggala 402

Kapal mengoperasikan sistem penyelamatan, Deep Search and Rescue Six (DSAR 6) dan Transfer under Pressure (TUP), serta sistem intervensi, ROV Super Spartan. Kapal milik Angkatan Laut Singapura ini mempunyai kecepatan tertinggi 12,5 knot dengan jangkauan maksimum 3.000 mil laut.

Sebagai informasi, MV Swift Rescue memiliki panjang 85 meter, lebar 18,3 meter, dan draft 4,3 meter, dengan tonase kotor 4,290 t.

Spesifikasi canggih

Baca Juga : Kapolri Tawarkan Anak Prajurit Awak KRI Nanggala 402 Jadi Polisi

1. DASR 6 dan TUP

DSAR 6 dan TUP disediakan dan dioperasikan oleh James Fisher Defense onboard M/V Swift Rescue. Kapal selam DSAR 6 sepanjang 9,6 meter mampu mencapai kecepatan tertinggi 3 knot (5,5 km/jam) di bawah air dan mampu mencapai kedalaman hingga 500 meter. DSAR 6 dapat menampung hingga 17 penyelamat.

Sementara itu, ruang TUP yang dipasang di SSRV berkapasitas maksimal 40 penyelamat. Ruangan ini memberikan perawatan medis dan memungkinkan transfer pelaut yang diselamatkan dari DSAR 6 ke Swift Rescue.

Baca Juga : 53 Awak KRI Nanggala-402 Naik Pangkat, Sekolah Anak-anaknya Dijamin Sampai S1

2. ROV 

Sementara itu, sistem intervensi penyelamatan kapal selam RSN merupakan Remotely Operated Vehicle (ROV) Super Spartan yang dioperasikan M/V Swift Rescue.

Sistem ROV di atas Swift Rescue akan membantu kru untuk menemukan dan melihat lokasi pasti dari kapal selam yang tertekan (DISSUB) dan membersihkan puing-puing di sekitar DISSUB.

Baca Juga : Detik-detik Kapal MV Swift Singapura Temukan KRI Nanggala-402 yang Terbelah Tiga

MV Swift Rescue dipasang dengan derek dek 3t beban kerja aman (SWL). Kapal itu memiliki dua perahu penyelamat tertutup yang terdiri dari 50 orang dan kapal penyelamat cepat.

Fitur lengkap

MV Swift Rescue dilengkapi dengan Submarine Rescue Vehicle DSAR 6, ruang TUP, Launch and Recovery System (LARS), Integrated Navigation & Tracking System, ROV, dan helipad. Helipad di Swift Rescue dapat mendukung pengoperasian satu helikopter 12t.

Helikopter yang berangkat digunakan untuk memindahkan pelaut yang diselamatkan ke darat guna diberikan perawatan medis yang lebih layak, serta memiliki sistem posisi dinamis DP-2.
Pembangkit listrik Swift Rescue dilengkapi dengan dua mesin diesel MAN 2040 kW, tiga generator diesel Caterpillar 1.360 kW, dua baling-baling nosel CPP Kort, dan generator darurat 95 kW.

Sistem pendorong mengintegrasikan dua pendorong busur terowongan 1.000 kW dan dua pendorong buritan 420 kW untuk kemampuan manuver yang tinggi. Kapal dapat dioperasikan secara terus-menerus dalam jangka waktu sekitar 28 hari.

sumber: kompas.com

BERITA TERKAIT