Kamis, 01 April 2021 16:50
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo-SP) Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Padolo didapuk menjadi salah satu pemateri dalam diskusi publik yang digelar Divisi Humas Polri di Mercure Hotel Makassar, Rabu (31/3/2020).

 

Kegiatan yang mengangkat tema "Meningkatkan Komunikasi Publik di Tengah Pandemi Covid-19" tersebut dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik guna menuju Polri yang presisi.

Dalam kesempatan tersebut, Amson Padolo menyebutkan bahwa tantangan utama komunikasi publik saat ini adalah post truth. Era dimana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran.

Baca Juga : Diskominfo-SP Sulsel Raih Penghargaan Dari Inspektorat Sulsel

Menurutnya, arus informasi yang berubah, bergerak, bertambah dan berkembang biak dengan sangat cepat dapat dimanfaatkan oleh kebohongan-kebohongan buatan yang akhirnya membuat kita merasa kalau kebohongan itu adalah sebuah kebenaran.

 

"Dalam masa krisis ini kita tidak boleh berhenti untuk menyampaikan dan menyebarluaskan kebaikan. Terus menerus mengonsumsikan hal-hal baik secara masif, terpadu, kolaboratif, dan tepat sasaran," katanya.

Baca Juga : Kadis Kominfo Harap Pemkab se-Sulsel Miliki Forum dan Regulasi Terkait Satu Data

Ditambahkannya lagi bahwa pada masa pendemi Covid-19, komunikasi publik mampu menyampaikan berbagai informasi terkini terkait Covid-19, khususnya di Sulawesi Selatan.

"Komunikasi publik juga dapat membangun integritas persepsi antara publik dan pemerintah, memunculkan dukungan dan kepercayaan oleh masyarakat bagi program-program pemerintah, dan memobilisasi publik dalam melakukan aksi-aksi tertentu," tambahnya.

Ia juga membagikan strategi komunikasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi pandemi Covid-19, seperti membuat posko Sulsel Tanggap Covid-19, koordinasi secara rutin dengan kabupaten/kota terkait penanganan Covid-19 dan mendorong percepatan vaksinasi, komunikasi secara formal maupun informal di setiap kegiatan kedinasan maupun sosial, menggunakan media konvensional, aplikasi, maupun sosial media untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan ajakan vaksinasi, serta memanfaatkan media massa cetak dan elektronik.

Baca Juga : Terakhir 10 Tahun Lalu, Pedesterian Kantor Gubernur Sulsel Bakal Diperbaiki

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Selatan juga terus membantu melancarkan sosialisasi tentang situasi pandemi terbaru, dan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19, selain kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan melalui kerja sama media cetak, media online, TV, radio, media sosial, dan website resmi yang dikelola," pungkasnya.

Kegiatan yang dipandu dosen UIN Alauddin Makassar, Dr Abdul Wahid tersebut juga menghadirkan pemateri lainnya, antara lain Ketua KIP Sulsel, Pahir Halim dan konsultan media, Imam Wahyudi.