RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, angkat bicara terkait viralnya video Direktur Utama (Dirut) Terminal Makassar Metro, Arsony, yang mengamuk dan membawa parang di Terminal Regional Daya (TRD).
Danny Pomanto, sapaan akrab Wali Kota, mengatakan bahwa sebagai pejabat harusnya bisa lebih tenang dalam menghadapi persoalan yang terjadi.
"Harusnya tidak merespons secara berlebihan, tidak sepantasnya kita merespons sesuatu secara berlebihan," kata Danny, Rabu (17/3/2021).
Baca Juga : HORE Expo 2026 Dorong Kebangkitan Industri Hotel dan Restoran Sulsel, Libatkan Puluhan Tenant UMKM
Menurut Danny, dari informasi yang dia terima dan baca dari media massa, Dirut Terminal Makassar Metro melakukan hal tersebut karena dipicu oleh adanya sikap premanisme di dalam terminal.
Oleh karena itu, untuk mengetahui kejadian sebenarnya, Danny berencana akan memanggil Arsony dalam waktu dekat untuk diminta penjelasaan.
"Kalau saya baca di media online bahwa ada masyarakat yang melawan di dalam terminal dan pada posisi itulah .... Insyaallah saya akan panggil langsung beliau (Arsony) untuk jelaskan semua," ucap Danny.
BERITA TERKAIT
-
Wali Kota Makassar Larang Bunyikan Petasan dan Konvoi di Malam Pergantian Tahun Baru
-
Hadirkan Inovasi Pengolahan Sampah, Pemkot Makassar Gelar Festival Daur Bumi 2025
-
Setelah Bertahun-Tahun Dikuasai Pihak Ketiga, Pasar Butung Segera Diambil Alih Pemkot
-
Munafri Terima Aspirasi Warga, Tekankan Demokrasi RT Bersih dan Transparan