Sabtu, 13 Maret 2021 17:37
Taufan Pawe
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,PAREPARE - Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengatakan, keberhasilan pembangunan yang telah dicapai saat ini berdampak pada indikator keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi. Salah satu tolok ukurnya adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.

 

PDRB per kapita masyarakat Parepare tahun 2016 lalu berhasil mencapai Rp39,47 juta per orang per tahun. Pada tahun 2017 meningkat menjadi Rp42,90 juta per orang per tahun.

Selanjutnya pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp45,94 juta per orang per tahun. Lalu, pada tahun 2019 meningkat lagi menjadi Rp49,80 dan pada tahun 2020 kembali meningkat menjadi Rp49,92 juta per orang per tahun.

Baca Juga : Depan Airlangga, Taufan Pawe Tegaskan Golkar Sulsel All Out Menangkan Prabowo-Gibran

"Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di Sulawesi Selatan. Pemerintah Kota Parepare terus menggenjot perekonomian masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Taufan Pawe pada peringatan hari jadi Kota Parepare.

 

Ia menejelaskan, salah satu bukti komitmen Pemerintah Kota Parepare terkait keberpihakan kepada masyarakat adalah presentase belanja langsung (BL) dan belanja tidak langsung (BTL) di batang tubuh APBD setiap tahunnya.

Lima tahun terakhir ini sudah membuktikan kepada masyarakat terhadap penyediaan anggaraan untuk pelayanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya yaitu kesehatan, pendidikan, sandang, pangan, dan papan.

Baca Juga : Sepak Terjang Advokat Taufan Pawe yang Kini Masuk Tim Hukum Prabowo-Gibran

"Tahun 2018 presentase BL sebesar 59,25 persen dan BTL sebesar 40,75 persen, pada tahun 2019 kembali naik dengan presentase BL sebesar 65 persen dan BTL sebesar 35 persen, sedangkan pada tahun 2020 presentase BL sebesar 56,51 persen dan BTL sebesar 43,49 persen," jelasnya.

Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terus mengalami peningkatan. Awal tahun pemerintahan pada tahun 2013 capaian PAD hanya mencapai Rp72 miliar dan tahun 2014 capaian PAD meningkat signifikan hingga mencapai Rp112 miliar. Selanjutnya capaian PAD setiap tahun meningkat dan pada tahun 2020 capaian PAD telah mencapai Rp142,9 miliar.

Wali Kota berlatar belakang profesional hukum ini mengungkapkan, pembangunan yang ia laksanakan saat ini telah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini dapat dilihat dalam hal pembangunan manusia.

Baca Juga : Berprestasi dan Bersih, DPP Golkar Tunjuk Taufan Pawe sebagai Bacalon Gubernur Sulsel

Untuk Nilai IPM Kota Parepare terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Parepare mencapai 77,19 persen, pada tahun 2019 meningkat dengan capaian 77,62 persen, dan pada tahun 2020 meningkat lagi hingga mencapai 77,86 persen.

"Nilai IPM ini merupakan peringkat ketiga di Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Begitupun laju inflasi di Parepare yang cukup terkendali, walaupun disadari bahwa tingkat inflasi ini juga erat kaitannya dengan kondisi perekonomian nasional dan global. Pada tahun 2018, inflasi hanya berada pada kisaran 1,96%, dan pada tahun 2019 terjadi peningkatan lagi tapi masih terkendali dengan besaran 2,45%, tetapi pada tahun 2020 inflasi cukup terkendali sehingga hanya berada pada kisaran 1,61%.

Baca Juga : Taufan Pawe: Stadion GBH Parepare Akan Direnovasi, Ini Prestasi Bersama Suporter PSM

Sementara Gini ratio Kota Parepare lima tahun terakhir mengalami tren semakin membaik yang mana ditandai dengan tren ketimpangan/kesenjangan pendapatan masyarakat yang semakin rendah, walaupun nilainya berfluktuatif mulai tahun 2016-2020. Tahun 2016 sebesar 0,386 dan di tahun 2020 sebesar 0,370.

"Angka ini menunjukkan bahwa distribusi pendapatan dan pembangunan Kota Parepare lebih baik dan lebih merata dari tahun ke tahun. Dengan kata lain efek pembangunan ekonomi Kota Parepare dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.

Penulis : Hasrul Nawir