RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menjadi tersangka suap oleh KPK, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) terancam bubar.
Pengamat pemerintahan, Bastian Lubis menilai TGUPP Nurdin Abdullah tidak memiliki tupoksi yang jelas dalam tata kelola pemerintahan yang ada. Bastian tidak setuju sejak awal pembentukan TGUPP.
"Tapi karena kebijakan atau diskresi yang dimiliki oleh kepala daerah (Nurdin Abdullah) merasa perlu akan keberadaan TGUPP ya silakan saja. Kita hanya bisa menilainya dari sudut pandang reformasi birokrasi dan keuangan negara. Jadi semua pengeluaran negara harus menghasilkan kinerja," ujarnya.
Baca Juga : Sempat Turun Hujan, Masyarakat Tetap Antusias Hadiri Kampanye Andi Sudirman di Bulukumba
Pengamat tata keuangan negara Universitas Patria Artha (UPA) ini menilai, TGUPP yang dibentuk oleh NA sudah sangat menghambat laju birokrasi pemerintahan di Pemprov Sulsel.
Dia menyebut tercipta rentan kendali yang semakin panjang dan tidak dimungkinkannya inovasi baru yang lebih baik dalam mengoptimalisasi kinerja gubernur.
Menurutnya, TGUPP tampaknya hanya sebatas tempat kumpul-kumpul teman Gubernur Nurdin Abdullah untuk reuni. Juga tempat transit sebelum ditempatkan sebagai kepala dinas di Pemprov. Mereka mendapat honorarium bulanan.
Baca Juga : Tokoh Literasi Sebut Smart School Andi Sudirman Sulaiman Majukan Pendidikan Sulsel
"Jadi selama lebih dua tahun anggaran berjalan, tidak menghasilkan apa-apa dari TGUPP karena tadi tidak jelas tupoksinya," jelasnya.
Dia menyarankan, jika Nurdin Abdullah terbukti bersalah di Pengadilan Tipikor dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yakni Andi Sudirman Sulaiman dilantik menjadi gubernur, maka TGUPP sebaiknya dibubarkan.
"Jangan sampai seperti saat ini TGUPP menjadi singkatan Tim Gubernur untuk Percepatan Penangkapan, jadi terbukti kan," jelas Bastian, Minggu (28/2/2021).
Baca Juga : Fatmawati Rusdi Tegaskan Komitmen Andalan Hati Kolaborasi Dengan Pemuda Demi Kemajuan Sulsel
Pelaksana tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pihaknya akan terus menggunakan orang-orang yang kapabel di bidangnya.
"Saya menginginkan bahwa, selama saya, semua akan ter-record secara sistem. Yang bisa bekerja dengan sistem, berarti adalah orang yang baik. Orang yang bisa bekerja sama dengan saya, saya yakin dengan ASN yang kita miliki, mereka akan berusaha keras untuk saling membantu," ujarnya.
"Kita bercerita persoalan bagaimana kita bersinergi teamwork. Teamwork adalah penting," tambahnya.