RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, sebanyak 2.320 orang tenaga kesehatan telah disuntik vaksin Covid-19. Kepala Dinkes Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari, menjelaskan, vaksinasi baru difokuskan di Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros.
Diketahui, tiga daerah ini menjadi pertimbangan utama dengan alasan presentase vaksinasi di tiga wilayah ini yakni 12,66 persen atau 4,09 persen untuk tingkat Sulsel.
"Setelah Makassar, Maros, dan Gowa. Distribusi vaksin sedang dilakukan ke 21 kabupaten lain," kata Ichsan Mustari, kemarin.
Baca Juga : Resmi Dibuka! FIN Expo 2026 di TSM Makassar Jadi Solusi Akses Modal UMKM dan Edukasi Finansial
Status vaksinasi di Sulsel terdiri dari tenaga kesehatan yang telah menerima vaksin di masing-masing daerah, yakni 1.759 orang di Kota Makassar, 285 orang di Kabupaten Gowa dan 276 orang di Maros. Selain itu, total tenaga kesehatan yang masih dalam observasi atau menunggu sebanyak 137 orang, sedangkan yang batal menerima vaksin yakni 344 orang.
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Baca Juga : Dorong UMKM Naik Kelas, BI Sulsel dan Pemprov Pacu Daya Saing Wastra Heritage Market 2026
"Tenaga kesehatan yang batal menerima vaksin tersebut diartikan tidak memenuhi salah satu syarat atau lebih dari 16 persyaratan vaksinasi," jelasnya.
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Baca Juga : Dorong UMKM Naik Kelas, BI Sulsel dan Pemprov Pacu Daya Saing Wastra Heritage Market 2026
Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK 02.02/4/1/2021 tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, tidak semua orang dapat divaksin.
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Baca Juga : Dorong UMKM Naik Kelas, BI Sulsel dan Pemprov Pacu Daya Saing Wastra Heritage Market 2026
Baca Juga : Sinergi Kebijakan dan Akses Modal Mendorong UMKM Sulsel Naik Kelas melalui KKSS dan DigiFest 2026
Petunjuk teknis ini menjelaskan terdapat 15 kondisi orang yang tidak bisa divaksin. Pada format skrining khusus untuk vaksin Sinovac, terdapat 16 pertanyaan yang mesti dijawab oleh calon penerima vaksin berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tersebut.
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Baca Juga : Dorong UMKM Naik Kelas, BI Sulsel dan Pemprov Pacu Daya Saing Wastra Heritage Market 2026
"Jika salah satu dari syarat itu tidak memenuhi, secara otomatis mereka tidak bisa divaksin," katanya.
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Baca Juga : Dorong UMKM Naik Kelas, BI Sulsel dan Pemprov Pacu Daya Saing Wastra Heritage Market 2026
Pada status registrasi ulang vaksinasi Covid-19, data Dinkes Sulsel menunjukkan 18.027 orang telah menyatakan bersedia dari total 18.327 sasaran tenaga kesehatan di tiga daerah, yakni Makassar, Maros, dan Gowa.
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Baca Juga : Dorong UMKM Naik Kelas, BI Sulsel dan Pemprov Pacu Daya Saing Wastra Heritage Market 2026
Baca Juga : Raih Progres 25 Persen, PT Bumi Karsa Dapat Apresiasi DPRD Sulsel untuk Proyek MYP Paket 3
Sejauh ini, sama sekali tidak ada tenaga kesehatan yang berhalangan melakukan vaksinasi setelah melalui hasil screening awal pada aplikasi. Sehingga total tenaga kesehatan yang telah melakukan registrasi ulang untuk vaksinasi Covid-19 mencapai 18.027.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel, dr Nurul AR, menambahkan, secara keseluruhan, Pemprov Sulsel menargetkan total sasaran tenaga kesehatan yang harus disuntik vaksin Covid-19 di Sulsel sebanyak 57.848 orang. Pelaksanaan vaksinasi ini ditargetkan selesai hingga akhir Maret 2021.
Diketahui, Dinkes Sulsel mulai mendistribusikan vaksin Sinovac Covid-19 ke 21 Kabupaten. Vaksin sebanyak 81.960 dikirim secara bertahap dan ditargetkan selama tiga hari sejak 27 hingga 29 Januari 2021, sehingga stok vaksin Sulsel tersisa 520 Vial (dosis).
"Ini dilakukan secara bertahap. Untuk pendistribusian ke Kepulauan Selayar akan kami kondisikan. Harapan kami bisa selesai Jumat mendatang," tutup dr Nurul AR. (*)