Senin, 18 Januari 2021 21:05
kondisi HF di rumah sakit | www.grid.id
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - HF (32) nyaris kehilangan nyawanya akibat aksi nekatnya membakar tubuh sendiri, di tempat tinggalnya yang berlokasi di Jalan Kramat Ganceng, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

 

Saat kejadian itu, anggota Polsek Cipayung buru-buru datang ke lokasi, dan sudah berusaha mencegahnya. Namun dengan tindakan persuasif tak mempan bagi HF untuk mengurungkan niatnya.

"Ketika anggota Polsek Cipayung sampai di lokasi korban sedang menuangkan sebotol bensin ke sekujur tubuhnya. Sudah gunakan tindakan persuasif tapi tak berhasil,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo.

Baca Juga : Heboh, Pria Memakai Kaos Oblong Bersarung Biru Munculkan Uang dari Balik Bantal

Dengan 1 liter bensin yang membasahi tubuh HF, anggota akhirnya bertindak secara paksa dengan merebut korek api. Namun HF keburu membakar dirinya bahkan nyaris menjalar ke anggota kepolisian yang datang.

 

“Anggota berupaya merebut pematik api tersebut. Tapi lagi-lagi tidak berhasil sehingga terjadi kobaran api di sekujur badan korban yang hampir saja membakar anggota. Untungnya, petugas berhasil memadamkan api yang membakar tubuh korban," jelas Hery.

HF kini sudah mendapatkan perawatan intensif di RS Kramat Jati akibat menderita luka bakar 51 persen. Setelah kondisinya tenang, HF pun memberikan alasan kenapa dirinya mencoba bunuh diri kepada pihak Polsek Cipayung.

Baca Juga : Wanita Ini Cek Rekening Bank Setelah 60 Tahun, Perubahan Saldonya Bikin Kaget

“Masalahnya rumah tangga. Menurut keterangan korban, rumah tangga korban sudah di ujung tanduk dan istrinya mengajukan gugat cerai, sedangkan korban bersikeras tak ingin cerai,” kata Kanit Reskim Polsek Cipayung, Iptu Budi Setyanta.

Diketahui HF sudah pisah ranjang selama dua bulan dan hidup berpisah dengan istrinya. Akibat sering bertengkar, HF akhirnya mengancam akan membakar diri kepada istrinya.

Selain itu, alasan istrinya menceraikan HF adalah karena terhimpit masalah ekonomi. HF yang berprofesi sebagai satpam harus membiayai gaya hidup mewah istrinya dan keluarga.

Baca Juga : Viral Petani Ukraina "Curi" dan Tarik Tank Rusia Pakai Traktor

“Nekat itu karena suami (HF) tidak mau cerai, ingin membuktikan dia sayang anak dan istri. Sudah 2 bulan korban pisah ranjang. Dia ribut terus karena masalah ekonomi, ini kan korban seorang sekuriti,” ujar Budi dikutip dari keepo.me.

"Menurut dia, karena ekonomi, karena istrinya dan keluarga hidupnya terlalu mewah," lanjutnya.

Membiayai gaya hidup mewah istrinya dan cicilan mobil keluarganya, gaji HF sebagai satpam yang tidak seberapa itu harus habis.

Baca Juga : Pria Ini Kesulitan Bernapas Bertahun-tahun, Ternyata Ada Gigi Tumbuh di Rongga Hidung

Padahal HF dan istrinya masih punya tanggungan untuk membiayai kebutuhan anak. Terlebih lagi keduanya belum punya tempat tinggal sendiri, masih numpang di rumah mertua.

“Habis gajinya hanya untuk bayar cicilan mobil keluarga. Sementara gaji dia enggak seberapa, dia sudah punya anak, tapi saya nggak tahu berapa anaknya,” tutup Budi.