Kamis, 07 Januari 2021 22:02
Foto: Reuters.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Seekor tuna sirip biru dijual seharga 20,8 juta yen atau setara Rp2,8 miliar dalam lelang pertama tahun baru di pasar ikan Toyosu Tokyo, Jepang, Selasa (5/1/2021) waktu setempat.

 

Selisih harga ini turun tajam dibanding lelang seekor tuna dengan 193 juta yen (Rp26 miliar) pada lelang Toyosu pertama tahun lalu.

Salah satu penawar utama, Kiyomura Corp, mengatakan mereka sengaja menahan diri untuk tidak menawar tinggi tahun ini.

Baca Juga : Unismuh Makassar dan SMARTI Resmi Jalin Kerjasama

Mereka takut mendorong sejumlah besar pelanggan untuk berduyun-duyun ke restoran. Menurut Kyomura, tawaran tinggi untuk tuna berkualitas tinggi biasanya menarik perhatian media.

 

Pemerintah Jepang mengatakan makan dan minum adalah salah satu penyebab utama infeksi virus corona.

Harga jual dalam lelang tuna pertama berfluktuasi secara luas dari tahun ke tahun di Jepang, dengan rekor pembayaran 333,6 juta yen (Rp45 miliar) pada 2019.

Baca Juga : Perdana Menteri Jepang Melakukan Kunjungan ke Ukraina 

"Penyebaran virus corona baru pada akhirnya akan dapat diatasi ketika vaksin dan pengobatan digunakan secara luas," kata Koh Ehara, presiden perusahaan grosir Tohto Suisan, dikutip dari Reuters, Kamis (7/1/2021).

"Hingga hari itu tiba, kami, sebagai satu tim dari semua yang ada di pasar ini, bertekad untuk terus menjaga kestabilan pasokan makanan segar tanpa gangguan," ucapnya.

Pemerintah Jepang mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mengumumkan keadaan darurat di dan sekitar Tokyo ketika kasus COVID-19 meningkat.

Baca Juga : Hasil Piala Dunia: Singkirkan Jepang Melalui Drama Adu Pinalti, Kroasia Lolos Perempat Final

Kasus baru di Tokyo melonjak menjadi 1.278 kasus pada hari Selasa, total harian tertinggi kedua sejak pandemi dimulai, kata pemerintah Tokyo, dengan kasus serius COVID-19 pada level tertinggi baru di angka 111.

Sumber: Reuters