Rabu, 11 November 2020 11:01
Ilustrasi.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Beredarnya video dan gambar syur dengan wajah mirip beberapa nama selebriti tanah air, membuat banyak warganet saling berbagi tautan alias link.

 

Psikolog melihat kebiasaan berbagi tautan video pornografi sebagai standar ganda. Warganet bahnay berguyon bahwa video-video pornografi seperti "link pemersatu bangsa".

"Terkait fenomena warganet yang suka berbagi video artis, bahkan suka bikin bercandaan tentang 'link pemersatu bangsa', menurut saya itu adalah perilaku standar ganda karena banyak orang yang menghakimi, mengatakan pelacurlah, wanita murahanlah, tapi juga pengin dapat link-nya," ujar psikolog seksual Zoya Amirin, dikutip dari Antara, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga : Diketahui Identitasnya, Polisi Bakal Panggil Pemeran Pria dalam Video Asusila Dea Onlyfans

Menurut Zoya, standar ganda dalam menyikapi pornografi masih berlangsung hingga saat ini. Fenomena itu dinilainya justru memperlihatkan kemunafikan warganet.

 

"Bukannya mencari pelaku penyebar video, namun malah lebih sibuk jadi polisi moral buat orang lain," bebernya.

Akan lebih baik, kata Zoya, jika tidak menyebarluaskan kembali video yang didapat tersebut. "Setop di kamu aja. Jangan menyebarkan aib orang lain," kata dia.

Baca Juga : Tersangka Kasus Pornografi, Dea OnlyFans Tak Ditahan, Ini Alasannya

Belakangan, beberapa video syur yang memperlihatkan sosok mirip sejumlah selebriti seperti Gisella Anastasia, Jessica Iskandar, dan Anya Geraldine.

Zoya menilai, mereka adalah korban kekerasan berbasis gender di dunia daring. Menyebarkan video pribadi tanpa adanya izin termasuk melanggar hukum.

"Mirisnya, kita terlalu fokus menyalahkan korban tanpa berusaha mencari siapa yang pertama kali menyebarkan video atau foto tersebut. Seharusnya kita melindungi korban, bukan justru menghakiminya." ucapnya.

Baca Juga : Polisi Tetapkan Dea OnlyFans Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Sumber: Antara