Rabu, 28 Oktober 2020 20:54
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, agama jangan dibuat menjadi jualan politik. Agama jangan dipolitisasi.

 

“Jika kita menjadi orang yang mengemban amanah dengan baik, mari hidup bersama dalam damai, hidup tenang, dan damai,” tuturnya.

Di bawah generasi muda, terdapat anak-anak yang perlu diedukasi komunikasi antar umat beragama. Saat ini, pihaknya juga bertugas menjaga kerukunan, menjaga solidaritas yang profesional sesama umat beragama, dengan mengedepankan toleransi antar umat beragama.

Baca Juga : Atas Inisiatif Wagub Sulsel, Warga Paccerakkang: Alhamdulillah Kami Tidak Kebanjiran Lagi

"Kita harus kembali kepada kerukunan umat beragama, pemuda FKUB harus menyampaikan aspirasi dengan cara yang intelektual," jelas Andi Sudirman.

 

"Mari kita pelan-pelan. Respons cepat Gerakan Muda FKUB ini. Kita dulu komunikasi dan kini dibentuk, saya yakin orang pilihan ini akan memperkokoh kerukunan beragama di Sulsel," imbuhnya.

Hal tersebut diungkapkan Andi Sudirman saat melantik pengurus Generasi Muda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel. Pelantikan yang dirangkaikan semiloka tersebut berlangsung di kantor wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Rabu (28/10/2020).

Baca Juga : Wagub Sulsel Apresiasi Distribusi Masker Medis GP Ansor, KSP, dan Aice Group ke Kelompok Rentan Penularan

"Generasi muda ini terbentuk salah satunya dengan tujuan dapat menjalin hubungan antar umat beragama. Generasi muda forum umat beragama direkrut dengan metode rekrutmen melalui majelis agama," ujar Kakanwil Agama Sulsel, KH Khaeroni.

Agar generasi muda menjadi lebih dinamis, aktif, dan reaktif, di dalam menyikapi kehidupan beragama.

"Pembentukan generasi muda FKUB bukan hanya pelantikan, tapi dibutuhkan aktualisasi program yang telah disusun bersama-sama," lanjutnya.

Penulis : Yuniastika Datu