RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel), Husni Thamrin mengatakan, kehadiran 30 pendamping gizi di Kabupaten Enrekang akan melayani ibu hamil dan bayi bawah dua tahun (baduta).
"Hadirnya Program Gerakan Masyarakat Mencegah Stunting (Gammara'NA) merupakan program pendampingan gizi di daerah lokus. Para pendamping akan tinggal di daerah lokus untuk melayani ibu hamil dan baduta dengan berbagai program intervensi stunting," kata Husni Thamrin, Senin (19/10/2020).
Menurutnya, pendamping gizi akan melaksanakan kegiatan pencegahan stunting melalui pendampingan keluarga. Khususnya sasaran 1.000 hari pertama kehidupan serta melakukan pemberdayaan.
Baca Juga : Sinergi Kebijakan dan Akses Modal Mendorong UMKM Sulsel Naik Kelas melalui KKSS dan DigiFest 2026
"Mereka akan melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga kita mampu menurunkan prevalensi stunting dari 36,6 persen tahun 2018 menjadi 14 persen di tahun 2023," terangnya.
Ia menuturkan, pendamping sangat berpengaruh dalam menekan stunting dengan pendekatan berbagai program spesifik untuk ibu hamil dan baduta.
"Program spesifik menekan stunting dengan pemberian kapsul daun kelor, suplemen multivitamin bagi ibu hamil, PMT Balita, PMT Ibu Hamil, dan Multivitamin Taburia untuk 1000 HPK," jelasnya.
BERITA TERKAIT
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BI Sulsel dan Pemprov Pacu Daya Saing Wastra Heritage Market 2026
-
Raih Progres 25 Persen, PT Bumi Karsa Dapat Apresiasi DPRD Sulsel untuk Proyek MYP Paket 3
-
Ketua KIMA Shooting Club Jalin Silaturahmi dengan UNITAMA Makassar
-
Pemprov Sulsel Hormati Keputusan Panitia Pusat Terkait Seleksi Paskibraka dan Dorong Aspirasi Disampaikan Secara Resmi