Senin, 19 Oktober 2020 13:21
Pelayanan di RSU Andi Makkasau Parepare.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Pergantian musim kemarau ke musim hujan menjadi waktu bagi kuman dan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak.

 

Kondisi ini tentunya dapat memengaruhi kesehatan pada saluran pencernaan anak, salah satunya adalah diare.

Dokter Spesialis Anak RSU Andi Makkasau Parepare, dr Yulianti Mochtar, mengatakan, biasanya anak yang mengalami diare, dapat dilihat dari kondisi fisiknya.

Baca Juga : Sekda Puncak Papua Tegasksan 6 Orang Meninggal Karena Diare dan Dehidrasi, Tak Ada Indikasi Kelaparan

"Buang Air Besar (BAB) biasanya encer dengan frekuensinya sering setiap hari, anak malas makan dan minum, serta lemas," ungkapnya saat ditemui, Senin (19/10/2020).

 

Dokter Yuli pun mengimbau para orangtua agar tidak panik apabila sang buah hati terserang diare di musim penghujan.

Ia pun memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para orangtua untuk mengatasi diare pada anak.

Baca Juga : Burung Kemana Saat Hujan ?

"Tetap jaga kebersihan, perhatikan pola makan yang bergizi, dan segera ke pusat pelayanan terdekat jika ada keluhan seperti demam, batuk, berak encer dan muntah," imbaunya.

Penyakit lain yang harus diwaspadai anak juga jika memasuki musim hujan kata dokter Yuli lagi, adalah demam berdarah, Infeksi sal pernapasan atas (ISPA) dan demam typhoid.

"Tetap melakukan 3 M (menutup, menguras, menimbun), sebagai antisipasi," tutupnya.

Penulis : Hasrul Nawir