Selasa, 22 September 2020 23:31
Foto: BBC Magazine.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Sudah lebih 300 gajah di Botswana mati misterius. Kejadian yang menimbulkan tanda tanya besar itu sudah terjadi sejak Mei lalu.

 

Pejabat setempat menyatakan gajah-gajah itu mati akibat racun cyanobacteria. Namun, penjelasan itu tidak memuaskan beberapa konservasionis. Itu karena cyanobacteria secara rutin ditemukan di air dan tidak menghasilkan racun.

Beberapa konservasionis curiga gajah mati karena dibunuh. Akan tetapi, Wakil Direktur Satwa Liar dan Taman Nasional Botswana Cyril Taolo mengatakan kemungkinan itu kecil.

Baca Juga : Poin Penting Pertemuan Presiden Rusia Dengan Misi Perdamaian Afrika

Hal itu didasarkannya pada petunjuk lapangan, termasuk bahwa semua gajah yang mati ditemukan gadingnya utuh. Itu memperkuat sinyal bahwa kematian gajah terjadi secara alami.

 

"Bukti yang ada menunjukkan bahwa ini adalah kejadian yang wajar," katanya seperti dikutip dari CNN, Selasa (22/9/2020).

Sementara itu, untuk menjawab keraguan kalangan konservasionis tersebut, pemerintah Botswana telah memerintahkan tes laboratorium guna mengetahui penyebab kematian gajah-gajah itu.

Baca Juga : Wanita di Daerah Ini Pakai Perhiasan dari 'Sampah' untuk Terlihat Cantik

Botswana adalah rumah bagi 130 ribu gajah Afrika. Jumlah keberadaan gajah itu lebih banyak dari negara mana pun di benua itu.