RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menandatangani MoU bersama Ikatan Akutan Indonesia (IAI). Kegiatan itu dilakukan di kantor Bank Muamalat Makassar, Jumat (11/9/2020).
Ketua Asbisindo Makassar, Ahmad S Ilham mengatakan, penandatanganan MoU ini dalam rangka kerja sama di bidang inklusi dan literasi financial.
"Kerja sama ini alhamdulillah bisa dilaksanakan. Kendala yang dihadapi saat ini adalah mazhab, padahal kita harus berpedoman pada dua hal yakni fatwa MUI Dewan Pengawas Syariah dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) itu," tuturnya.
Bos Bank Muamalat itu berharap, dengan kerja sama tersebut, industri ekonomi Islam ke depannya semakin bertumbuh.
"Kami sangat berharap ini akan memudahkan perbankan syariah. Termasuk sistem pembukuan yang sesuai dengan PSAK itu," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Sulsel, Prof Dr Gagaring Pagalung mengatakan, dalam perspektif Ikatan Akuntansi Indonesia sangat konsen untuk mengembangkan literasi dan financial inclusion syariah. Sehingga masyarakat luas bisa semakin tahu keberadaan bank syariah.
"Di satu sisi, ada lembaga pelayanan yang ingin dikembangkan, namun porsinya masih kecil. Faktanya saat ini market share syariah di Sulsel masih rendah. Baru sekitar 6 persen dari total 94 persen penduduk muslim yang ada," tuturnya.
Menurutnya, IAI hadir menjadi accounting for society yang tentu harus berpihak pada masyarakat. Apalagi saat ini pengurus IAI sudah mencapai 100 orang di luar dari anggota.
"Alhamdulilah kita kembangkan potensi kita. Termasuk pelatihan-pelatihan, dan kita libatkan masyarakat yang konsen termasuk perbankan syariah ini," ujarnya.
"Terima kasih atas kepercayaannya. Mari kita perbaiki ini," tutupnya.
Penandatangan MoU tersebut turut disaksikan sejumlah stakeholder di antaranya Direktur Eksekutif IAI Sulsel, Munir Yapi, Wakil Ketua IAI Sulsel Imsan Muhaimin, Bendahara 1 IAI Sulsel, Muhammad Nasrun, serta beberapa lainnya.