Rabu, 26 Agustus 2020 22:31
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) Arab Saudi terus berupaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

 

Termasuk yang dilakukan untuk perawatan kesehatan kepada warga Yaman yang terluka. Baik di dalam maupun di luar Yaman.

Organisasi kemanusiaan Saudi telah menyediakan transportasi dan perawatan kepada lebih dari 24.000 warga Yaman.

KSrelief dalam sebuah pernyataan mengatakan, sekitar 9.279 orang Yaman yang terluka telah dibantu oleh pusat perawatan di rumah sakit pemerintah dan swasta di bagian selatan Arab Saudi.

 

Sementara kasus yang lebih kompleks telah dibawa ke rumah sakit di wilayah Riyadh dan Makkah.

KSrelief didirikan pada 2015 oleh Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Sejak itu bekerja dalam upaya kemanusiaan ke lebih dari 53 negara di seluruh dunia.

Lebih dari 800 pasien yang terluka juga telah diangkut dari Yaman ke rumah sakit swasta di Yordania, Sudan, dan India.

“Di antara layanan yang diberikan kepada pasien ini adalah diagnosis kasus, pembedahan, rehabilitasi dan pemberian obat-obatan. Proyek-proyek lain memenuhi persyaratan medis pasien berkebutuhan khusus, memberikan anggota tubuh palsu yang diamputasi, tempat tinggal yang aman, makanan dan kebutuhan pokok lainnya, memberikan tunjangan tunai, dan memberikan dukungan tambahan yang dibutuhkan oleh pasien dan pendamping perawatan mereka,” bunyi pernyataan itu.

Yaman menjadi fokus khusus KSrelief, dengan organisasi yang melaksanakan 344 proyek sektor medis di seluruh negeri sejak didirikan pada 2015 dengan tujuan meringankan penderitaan banyak orang Yaman.

Organisasi tersebut telah menandatangani 10 kontrak dengan rumah sakit swasta di seluruh Yaman untuk menyediakan layanan medis. KSrelief melaporkan 9.014 orang Yaman yang terluka mendapat manfaat.

Situasinya menjadi lebih serius di negara itu, di mana meskipun ada bantuan kemanusiaan untuk membantu Yaman dalam perang melawan virus corona, tantangan tetap ada pada milisi Houthi di negara yang dilanda perang itu.

Perdana Menteri Yaman Maeen Abdulmalik mengatakan penanganan bodoh militan Houthi terhadap pandemi virus Covid-19 menyebabkan bencana nyata di Sanaa. Penduduk di ibu kota takut mengungkapkan infeksi mereka.

 

TAG

BERITA TERKAIT