Selasa, 30 Juni 2020 14:57
Kolase Foto: None (kiri), Deng Ical (tengah) dan Danny Pomanto (kanan).
Editor : Mulyadi Abdillah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tiga poros sudah terbangun di Pilkada Makassar 2020. Kepastian tiga poros ini setelah Partai Golkar mengalihkan dukungan dari M Ramdhan Pomanto ke Irman Yasin Limpo. 

 

Pasangan M Ramdhan Pomanto-Fatmawati RMS, bisa disebut poros pertama. Hal ini ditandai dengan keputusan DPP Partai Nasdem yang menduetkan dua kadernya itu berpasangan. 

Duet kader Nasdem itu, masih butuh tambahan kursi. Syarat calon diusung parpol di Pilkada Makassar, minimal 10 kursi. Dengan begitu, duet Danny-Fatma butuh minimal 4 kursi untuk melenggang ke bursa calon. 

Koalisi ini mengarah ke Partai Gerindra (5 kursi). Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) sudah dua kali bertemu Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras dalam dua pekan terakhir.

 

“Ngopi-ngopi sambil diskusi beragam hal. Kita bahas kembali mengenai Pilwali Makassar, maupun pilkada lainnya. Dan pertemuannya sangat cair. Apalagi kan, kami memang akrab,” kata RMS saat ditanya mengenai pertemuan itu, pada Senin (29/6/2020).

Poros kedua adalah pasangan Syamsu Rizal-Fadli Ananda. Pasangan ini bisa dipastikan disokong PDIP (6 kursi). Keduanya sudah menandatangani komitmen kepartaian.

Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal, sebelumnya sudah mendapat surat tugas dari dua partai. Yakni PKS (5 kursi) dan PKB (1 kursi). Dengan demikian, duet yang disingkat Dilan itu kini bisa dikata sudah mengantongi 12 kursi. 

"Masih menunggu keputusan dari pusat tentang Deng Ical. Insyaallah, pekan depan (rekomendas) keluar jika tak ada yang luar biasa," kata Ketua DPW PKS Sulsel, Surya Dharma pada Senin malam.

Poros ketiga adalah Irman Yasin Limpo. Meski belum punya pasangan, pria yang disapa None itu sudah mengantongi dua partai. Golkar dan PAN. Masing-masing 5 kursi. 

Siapa pasangan None? Ini yang masih menjadi misteri. Pasangan None diprediksi bukan berasal dari internal Golkar. Sebab, biasanya calon kepala daerah usungan Golkar bersedia menjadi kader.

"Penentuan pasangan Pak None akan segera kami bicarakan dengan Golkar," kata Wakil Ketua PAN Sulsel, Irfan AB.

Partai Tersisa

Dengan peta sementara koalisi parpol tiga poros di atas, maka tersisa lima parpol pemilik kursi di DPRD Makassar yang masih "abu-abu". Yakni Demokrat (6 kursi), PPP (5 kursi), Hanura (3 kursi), Perindo (2 kursi) dan Berkarya (1 kursi).  

Partai tersisa ini, tentu masih bisa membuat poros keempat. Yakni pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando. Dengan syarat, Demokrat dan PPP tak bergabung ke salah satu dari tiga poros yang ada.

Sebagai catatan, peta koalisi parpol ini masih bersifat sementara. Sebab, Pilkada Makassar selalu menghadirkan kejutan di-last minute dan kerap dinamis (dramatis berujung sadis).

Penulis : Syukur

TAG

BERITA TERKAIT