Rabu, 24 Juni 2020 23:31
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Sulfikar Ojenk
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) datang ke Jeneponto. Mereka mendatangi lokasi pasca banjir dan longsor Rumbia. 

 

Tim dari Kedeputian Penanganan Darurat BNPB, Teguh Pratama mengatakan, enam kecamatan di Jeneponto yang terdampak banjir. Namun, tidak semua titik didatangi.

"Hanya titik-titik terparah dan menjadi konsentrasi penanganan. Kata dia, yang terparah itu Kecamatan Rumbia," ujar Teguh Pratama kepada Rakyatku.com, Rabu (23/6/2020).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Sulfikar Ojenk menyebutkan data sementara yang terdampak bencana alam di daerah yang berjuluk Butta Turatea.

 

"Untuk data sementara korban meninggal di Kecamatan Rumbia ada empat orang. Luka berat empat. Pengungsi tercatat 235 jiwa dalam 50 kepala keluarga," sebut Sulfikar.

Selain korban jiwa dan luka-luka, warga setempat juga mengalami kerugian material, ternak, serta lainnya. 

"Kerusakan rumah dari data yang diperoleh, rusak berat itu 27 unit tapi yang tertimbun itu ada sembilan unit. Itu berada pada kecamatan yang paling parah di Jeneponto, Kecamatan Rumbia," imbuhnya.

Adapun yang rusak ringan 56 unit. Tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jeneponto. 

"Sarana infrastruktur jalan yang rusak di lima kecamatan tercatat 14 kilometer retak dan amblas. Jembatan lima yang rusak, saluran irigasi sembilan titik, satu bendugan jebol, dan tiga tanggul rusak," urainya.
 

TAG

BERITA TERKAIT