RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meraih tiga predikat juara dalam lomba Inovasi Daerah dalam Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019.
Perlombaan ini dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Diikuti seluruh daerah yang terbagi tiga kategori pemenang, mulai tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
Pemenang lomba inovasi daerah dalam penyiapan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 diumumkan, Senin (22/6/2020).
Ada tiga juara yang disabet oleh Pemprov Sulsel yakni sektor Pasar Tradisional meraih juara 2, sektor hotel meraih juara 3, dan sektor tempat wisata meraih juara 3.
Pada sektor pasar tradisional, inovasinya yakni "Baruga Pasar: Protokol Kesehatan Berbasis Teknologi Non Tunai di Pasar Tradisional di Sulawesi Selatan".
Di sektor hotel dengan inovasi program "Wisata Covid-19". Sementara sektor tempat wisata dengan inovasi yakni “Sulsel in Our Hand” atau “South Sulawesi in Our Hand” atau Sulsel dalam genggaman.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi atas inovasi tim Pemprov Sulsel.
"Sebuah kebanggaan berada bersama Tim Pemprov meski di tengah persoalan pandemi ini masih rumit, tapi tidak menghalangi semangat teman-teman untuk berprestasi dan berinovasi," tuturnya.
Andi Sudirman mengucapkan selamat terhadap semua yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung. Khususnya pada Dinas Perdagangan dan Dinas Pariwisata.
"Selamat untuk kepala Dinas dan seluruh jajaran Dinas Perdagangan dan Dinas Pariwisata serta Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, congrats," katanya.
Dalam sambutannya pada pengumuman pemenang lomba, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengatakan, berbagai ahli kesehatan baik nasional maupun internasional menyampakian bahwa pandemi Covid-19 ini tidak berakhir dengan segera.
Oleh karena itu, dunia beradaptasi dengan pandemi ini dengan melakukan inovasi baru dengan tatanan baru atau new norma life, karena tidak mungkin melakukan pembatasan terus-menerus secara ketat apalagi lockdown, demikian pula dengan Indonesia.
Upaya adaptasi ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, dengan istilah tatanan kehidupan baru yang produktif, aman Covid-19.
“Sebagai sesuatu yang baru, tatanan ini memerlukan pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Prakondisi ini dilakukan dengan protokol kesehatan dalam berbagai sektor kesehatan dengan simulasi-simulasi,” kata Mendagri yang dikutip dari laman kemendagri.go.id.