Minggu, 21 Juni 2020 16:34
Dalam mengantisipasi kekeringan dengan mendorong percepatan olah tanah dan tanam padi, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menyasar ke Kabupaten-kabupaten di seluruh wilayah Indonesia lakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOTT). 
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Dalam mengantisipasi kekeringan dengan mendorong percepatan olah tanah dan tanam padi, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menyasar ke Kabupaten-kabupaten di seluruh wilayah Indonesia lakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOTT). 

 

Salah satunya di Kabupaten Bekasi yang dilakukan Kelompok Tani Sri Rejeki dan Srikandi, Desa Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Enie Tauruslina, kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menjelaskan adanya stimulus di kegiatan tersebut berupa bantuan operasional pada enam kecamatan di Kabupaten Bekasi. 

"Kegiatan ini sebagai tindak lanjut arahan Bapak Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa kita harus mulai antisipasi peringatan FAO akan adanya ancaman kekeringan sehingga kegiatan olah tanah dan tanam harus dipercepat dilakukan pada bulan Juni-Juli," ujar Enie pada kegiatan GPOTT di Bekasi tersebut, Sabtu (20/6/2020).

 

Terkait bantuan operasional diberikan untuk enam kecamatan seluas 500 hektare, yaitu Kecamatan Pebayuran seluas 100 hektare, Kecamatan Cikarang Timur 100 hektare, Kecamatan Cikarang Pusat 100 hektare, Kecamatan Sukatani 75 hektare, Kecamatan Cabangbungin 75 hektare, dan Sukakarya 50 hektare.

Terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan pada prinsipnya GPOTT merupakan gerakan yang dilakukan untuk melakukan percepatan olah tanah pada lahan-lahan potensi tanam. 

Suwandi mencontohkan seperti lahan yang dibiarkan bera, lahan yang baru selesai panen dengan kondisi tanah memiliki kelembaban cukup untuk pertumbuhan benih, dan lahan yang berada dekat dengan sumber air (sawah/lahan kering/lahan lainnya) yang dapat memperoleh pengairan dengan mengoptimalkan alsintan.

"Serta lahan yang telah menerima penyaluran bantuan saprodi tetapi belum melakukan tanam," jelasnya.

Kepala BidangTanaman Pangan Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum menyatakan sepakat tujuan kegiatan ini untuk mendorong percepatan dan memfasilitasi petani untuk melakukan pengolahan tanah dan tanam sehingga kontinuitas produksi tetap terjaga. 

Ada beberapa kecamatan yang menjadi pencapaian target GPOTT Kabupaten Bekasi seperti Kecamatan Cikarang Timur 100 hektare, Cikarang Pusat 145 hektare, Sukatani 24 hektar, Sukakarya 50 hektare, Pebayuran 100 hektare, Muara Gembong 200 hektare sehingga total target 619 hektare.

"Kami tidak berhenti untuk terus mendorong petani tetap turun ke sawah untuk mengolah tanahnya dan menanam padi," katanya.

"Oleh karena itu, kami berharap petani dapat mengoptimalkan bantuan tersebut untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Bekasi," lanjut Nayu.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Nani Suwarni beserta jajarannya, Kepala Bidang Tanaman Pangan Nayu Kulsum, Kepala Bidang Penyuluhan, Kabid TPK, Kabid Hortikultura, Kabid Peternakan, UPTD Penyuluhan, Kapolsek, Danramil dan Kepala Kelurahan mewakili Camat Kecamatan Pebayuran.

TAG

BERITA TERKAIT