Sabtu, 13 Juni 2020 10:41
Try Sutrisno
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) sangat mengkhawatirkan. Sampai-sampai purnawirawan jenderal ikut turun tangan. Menggalang penolakan.

 

Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Try Sutrisno termasuk yang mendesak pencabutan RUU itu.

Wakil presiden RI keenam itu mengakui, ada sebagian purnawirawan yang berbeda sikap. Namun menurutnya hal itu tidak jadi masalah.

Saat ini para purnawirawan telah berhimpun dalam berbagai organisasi. Try meyakini bahwa setiap purnawirawan yang berhati pancasilais akan mendukung sikap yang dia lakukan bersama kawan-kawannya.

 

"Menurut saya kalau orang yang hatinya masih konsisten Pancasilais, TNI yang punya jati diri, pasti menyetujui dan pasti juga mengkritisi (RUU HIP)," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, pernyataan sikap Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri dibacakan Soekarno, sekretaris jenderal, di Balai Sabrini Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Saiful Sulun mengatakan, munculnya RUU HIP membuat masyarakat kaget.

"Munculnya undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang bernuansa PKI, Komunis, kita masyarakat Pancasila terkaget-kaget. Kita lihat ideologi yang lain, paham agama, sama dengan PKI, hampir dengan cita-cita semula ingin mendirikan negara Islam," kata dia.

Saat ini, RUU HIP masuk pembahasan di DPR RI. Rapat paripurna pada 12 Mei 2020 mengesahkan RUU ini sebagai inisiatif DPR.

Sejauh ini, dua dari sembilan fraksi menyatakan tidak setuju dengan RUU ini. Fraksi PKS dan Fraksi PAN mengancam tak ikut pembahasan jika RUU tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme sebagai rujukan atau konsideran.

TAG

BERITA TERKAIT