RAKYATKU.COM - Bayi itu tidak ditakdirkan melihat ayahnya. Dia lahir sehari setelah sang ayah meninggal dalam tidurnya.
Bayi mungil itu lahir dari rahim Athira Geetha Sreedharan (27). Bulan lalu, Athira yang sedang hamil tua kala itu, dipulangkan suaminya dari Dubai, Uni Emirat Arab ke Kerala, India.
Nithin Chandran (28), suaminya, tetap tinggal di Dubai untuk urusan pekerjaan.
Nithin meninggal dalam tidurnya di apartemennya di Dubai pada Senin pagi. Dia diduga meninggal karena serangan jantung karena menderita tekanan darah tinggi dan punya riwayat jantung.
Athira tidak tahu bahwa suaminya telah meninggal. Pada Senin (8/6/2020), saat Nithin meninggal, kerabatnya segera memindahkannya ke rumah sakit tanpa menyampaikan berita duka itu.
Sebulan lalu, Nithin sempat mengantar Athira ke bandara. Ternyata, itu adalah pertemuan yang terakhir kalinya.
"Dia hanya diberi tahu bahwa Nithin sedang tidak enak badan. Tekanan darahnya tinggi. Jadi, keluarga segera memindahkannya ke rumah sakit," kata Hashik, kata rekan Nithin di komunitas Incas Youth Wing seperti dikutip dari Gulf News.
Keluarga kemudian memutuskan untuk memilih operasi caesar untuk Athira sehingga anaknya lahir dengan selamat. Tanpa terpengaruh karena syok dan stres.
"Aku tidak tahu bagaimana cara menyampaikan berita (duka) ini. Dia melahirkan bayi perempuan," kata Hashik yang emosional.
"Saya sudah menangani beberapa kasus kematian dan tahu banyak kisah sedih. Tidak ada kasus lain yang membuat saya begitu emosional dan hancur," tambahnya.
Dia mengatakan dia ada di bandara untuk melihat Athira ketika dia terbang dalam penerbangan repatriasi pertama di bawah 'Misi Vande Bharat', dari Dubai ke Kozhikode pada 7 Mei lalu.
"Saya memberi tahu Nithin bahwa petisi mereka membantu menyoroti nasib wanita hamil dan pemerintah kemudian memberikan prioritas tinggi kepada mereka untuk repatriasi. Tapi saya tidak pernah menyangka kisah mereka akan memiliki setragis ini," kata Hashik.
Itu adalah momen emosi yang campur aduk bagi teman Nithin, Bibin Jacob, yang juga bekerja untuk memulangkan jenazah Nitin.
"Aku tidak tahu harus berkata apa. Kami berusaha keras untuk menerbangkannya pulang secepat mungkin. Kemungkinan besar dengan penerbangan kargo besok," katanya.
Bibin mengkonfirmasi bahwa kematian Nithin bukan karena Covid-19. "Hasil tesnya keluar kemarin (Senin). Dia dites negatif."