Minggu, 31 Mei 2020 22:02
Akting Aya Mesbah dan Mohammed Fahmi (baring) saat foto pre-wedding di ruang ICU salah satu rumah sakit di Mesir.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Wabah virus korona baru dan tindakan terkait telah mendorong banyak anak muda Mesir untuk menunda pernikahan mereka. 

 

Petugas medis Aya Mesbah dan Mohammed Fahmi ada di antara mereka. Mereka harus menunda pesta pernikahan mereka yang semula dijadwalkan untuk bulan Maret. 

Namun, pasangan itu telah membuktikan bahwa cinta tidak dapat ditaklukkan, bahkan oleh virus corona. 

Aya, seorang perawat, dan Mohammed, seorang administrator medis, di sebuah rumah sakit yang dikelola pemerintah di provinsi Delta Nil, Mansura.

 

Baru-baru ini, mereka membuat sensasi di media sosial. Mereka berakting di ruangan ICU.

Dalam foto-foto itu, Aya, yang mengenakan seragam medis, terlihat memeriksa suhu dan tekanan darah Mohammed. Memberikan kesan kisah cinta antara perawat dengan pasien. 

Satu foto lain menunjukkan Mohammed memberikan cincin pertunangan kepada Aya. 

Itu adalah sesi foto pre-wedding. Digagas seorang fotografer profesional.

"Gagasan saya adalah bahwa pengantin pria memerankan pasien dan mempelai wanita memerankan dokter. Keduanya saling bertukar kekaguman sebelum mereka saling jatuh cinta," kata fotografer, Mohammed Selim seperti dikutip dari Gulf News.

"Ide itu muncul karena keduanya bekerja di bidang medis. Pernikahan mereka ditunda karena penutupan ruang pernikahan sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona dan juga karena kematian ayah pengantin wanita," kata Selim kepada surat kabar online Mesir, Bawaba News.

Fotografer mengatakan mereka telah menyewa ICU di rumah sakit swasta untuk sesi yang memakan waktu satu jam.
Sesi foto berlangsung lebih dari sebulan yang lalu di rumah sakit swasta di Mansoura

"Saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dan romantis. Jadi, saya mendapat ide mengadakan sesi di dalam rumah sakit untuk membuatnya terkait dengan pekerjaan mereka," katanya.

Aya dan Mohammed menyukai gagasan itu.

“Gagasan itu menghidupkan kembali pertemuan pertama saya dengan Aya ketika saya mengenalnya lebih dari setahun yang lalu selama bekerja di satu rumah sakit. Saya mengaguminya dan melamarnya," ujar Mohammed.

Namun, beberapa kritikus menuduh Selim dan pasangan itu menyia-nyiakan sumber daya rumah sakit pada saat negara itu berjuang untuk menahan virus. Namun, dibantah sang fotografer.

"Rumah sakit tempat sesi foto diadakan adalah pribadi dan bukan milik pemerintah. Itu tidak mengganggu pasien korona," kata Selim kepada surat kabar Mesir Al Mesri Al Youm.

"Selain itu peralatan yang muncul di foto tidak dioperasikan. Seluruh situasi adalah semacam akting. Pengantin pria bukan pasien," lanjutnya.

Pemerintah Mesir baru-baru ini meluncurkan sebuah rencana untuk kembali secara bertahap ke kehidupan normal mulai pertengahan Juni. Namun, pemakaian masker diwajibkan di tempat-tempat umum dan sarana transportasi.

TAG

BERITA TERKAIT