RAKYATKU.COM - Jumat (22/5/2020) itu, tiba-tiba emosi. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran sedang berbicara saat matanya tertuju ke salah satu kursi.
"Kapolsek jangan tidur. Kamu keluar saja. Saya minta serius, kapolsek jangan main-main!" katanya dengan nada tinggi.
Insiden itu terjadi pada rapat koordinasi pembentukan kampung tangguh penanganan Covid-19 yang digelar Pemkot Surabaya.
"Kapolsek mana ini? Saya minta serius ya, para kapolsek jangan main-main," lanjutnya.
Ternyata yang kena tegur itu Kapolsek Gubeng, Kompol Naufil. Dia kedapatan sedang tertidur dalam rapat yang dihadiri Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Siapa Muhammad Fadil Imran? Ternyata dia jenderal bintang yang lahir di Makassar. Polisi 51 tahun itu lahir 14 Agustus 1968 saat Makassar masih bernama Ujung Pandang.
Dia alumni Akademi Kepolisian tahun 1991. Sebelum menjadi kepala Polda Jawa Timur, dia menjabat Dirtipid Siber Bareskrim Polri.
Fadil berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri.
Selama kariernya, Fadil tercatat pernah menjabat kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, kapolres KP3 Tanjung Priok, wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri, dirreskrimum Polda Kepri, kapolres Metro Jakarta Barat, dan dirreskrimsus Polda Metro Jaya.
Dalam insiden rapat itu, Fadil langsung meminta Karo SDM Polda Jatim untuk mengganti kapolsek yang kepergok tertidur saat rapat.
Kasus Covid-19 di Jawa Timur terus mengalami peningkatan. Bahkan pada 21 Mei 2020 lalu, menurut data Kementerian Kesehatan RI, lonjakan pasien positif Covid-19 di Jatim mencapai 502 orang dalam satu hari.
Kapolda pun mengimbau semua pihak serius menangani persoalan ini. "Saya minta ini menjadi tantangan buat kita supaya kita serius," tegas dia.