RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyalurkan bantuan sosial nontunai program sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diperuntukkan kepada warga terdampak Covid-19.
Jumlah bansos nontunai yang diterima Kabupaten Bulukumba 9.701 kepala keluarga (KK). Bansos program sembako ini sama dengan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang secara reguler diterima oleh warga miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.
Bedanya, penerima bansos nontunai program sembako ini hanya menerima bantuan selama sembilan bulan dari April sampai Desember 2020. Setiap KK menerima Rp200 ribu per bulan.
Nilai tersebut tidak bisa diambil secara tunai, namun hanya bisa ditukar dengan bahan pokok seperti beras, telur, ikan kaleng, dan minyak di agen/toko yang telah ditunjuk oleh Bank Mandiri sebagai mitra.
Kepala Dinas Sosial, Syarifuddin, mengungkapkan setiap penerima bansos menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berbentuk kartu ATM. Setiap bulan kartu penerima akan diisi dengan nominal Rp200 ribu.
"Untuk pencairannya, penerima Bansos mendatangi toko sembako yang telah ditunjuk, memilih bahan pangan yang diinginkan, lalu dibayar dengan menggunakan kartu ATM itu," bebernya.
Penerima bansos nontunai ini, lanjut Syarifuddin, tidak menerima bantuan lain dari pemerintah seperti PKH, maupun bantuan sembako dari pemerintah kabupaten dan provinsi.
Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, yang menyerahkan bantuan tersebut menyebutkan bahwa bansos ini salah satu jaring pengaman sosial yang diberikan pemerintah untuk meminimalkan dampak Covid-19 yang dirasakan masyarakat.
"Kita sudah menyalurkan berbagai bantuan dan diharapkan tidak boleh ada yang menerima lebih dari satu bantuan karena itu pelanggaran," ungkapnya saat menyerahkan bantuan nontunai secara simbolis di Gedung Masagena, Senin (11/5/2020).
Turut hadir dalam penyerahan bantuan ini, Dandim 1411 Letkol ARM Joko Triyanto, Kajari Hartam Ediyanto, Wakapolres Kompol Syarifuddin, dan anggota DPRD, Ahmad Saiful.