RAKYATKU.COM - Setelah dokter anestesi bunuh diri, pengakuan lain datang dari dokter perempuan. Lewat sebuah video, dia mengaku dipaksa bekerja walau mengalami gejala Covid-19.
Dr Sarwat, yang dites positif terkena virus corona di Islamabad, Pakistan pada hari Selasa. Dia menuduh manajemen Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan (PIMS) membahayakan hidup para profesional kesehatan.
Dalam pesan video, dokter menyatakan bahwa seorang dokter telah dites positif untuk virus tiga hari yang lalu. Namun, manajemen tidak menyegel Pusat Kesehatan Ibu dan Anak di fasilitas tersebut.
Dia mengatakan manajemen diminta untuk menyegel departemen, tetapi mereka tidak mengambil tindakan apa pun.
Dr Sarwat mengatakan bahwa kondisi di fasilitas itu membahayakan nyawanya dan rekan-rekannya karena mereka bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat.
Dia juga mengatakan bahwa ketika dia mengalami gejala Covid-19 dan mengalami demam, dia diminta untuk terus bekerja.
"Sebarkan pesan di media sehingga para pemimpin yang duduk di rumah, yang tidak mengerti apa yang saya katakan mulai memahami," katanya dalam sebuah video.
Namun manajemen rumah sakit menolak tuduhan itu. Dikutip dari Samaa TV, Dr Waseem Khawaja, juru bicara PIMS, mengatakan mereka telah mendirikan bangsal terpisah untuk staf.
"Siapa pun, termasuk perawat atau dokter, yang tertular virus ditempatkan dalam ruang isolasi," tambah Khawaja.
Setelah video yang dibuat Dr Sarwat menjadi viral, Dr Zafar Mirza, @zfrmrza, asisten khusus untuk Perdana Menteri Pakistan Imran Khan tentang kesehatan, memposting pembaruan di akun twitter-nya dengan mengatakan bahwa ia dirawat di ruang pribadi khusus.
"Saya meyakinkan semua pekerja kesehatan dan keluarga mereka tentang dukungan penuh pemerintah. Kami peduli dengan Anda dan kami bersungguh-sungguh!" tulis Zafar Mirza.