Kamis, 07 Mei 2020 18:30
Sembako dari pemerintah pusat.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah gusar. PSBB sudah memasuki tahap kedua. Namun, bantuan sosial dari pemerintah pusat belum kunjung tiba.

 

Awalnya, bantuan dari pemerintah pusat dijadwalkan didistribusikan pada 20-21 April 2020. Kemudian, diundur menjadi 25 April. Ternyata juga nihil.

Setelah dua kali ditunda, Arief kembali mendapat janji dari pemerintah pusat bahwa pencairan bansos untuk Tangerang kan disalurkan pada 4 Mei. Ternyata juga belum ada.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang Hilman mendapat kabar bahwa bantuan dari pemerintah pusat tidak melalui pemda.

 

Jalurnya, dari Inspektorat Kementerian Sosial langsung ke RT RW melalui PT Pos Indonesia. Namun, hingga hari kedua sejak janji pencairan bansos dari pusat, belum ada informasi soal pendistribusian tersebut. 

Di Kota Tangerang, tercatat 161.000 kepala keluarga yang terdampak Covid-19. Jumlah itu dibagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.

Pemerintah provinsi menanggung 86.000 KK dalam bentuk uang. Pemerintah pusat 75.911 dalam bentuk paket sembako. Sisanya disiapkan oleh Pemkot Tangerang.

Terkait keterlambatan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat, Menteri Sosial, Juliari Batubara akhirnya memberi penjelasan.

Dia menyebut, penyalurannya tersendat karena kendala kemasan. Sembako itu dikemas dalam tas jinjing warna merah dan putih.

Pada tas tersebut terdapat tulisan berukuran besar, "Bantuan Presiden RI; Bersama Lawan Covid-19". Pada bagian atas, ada logo Presiden Republik Indonesia dan di bagian bawah logo Kemensos. 

"Awalnya iya (sempat tersendat) karena ternyata pemasok-pemasok (tas) sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus impor," kata Juliari seperti dikutip dari Kompas.com.

TAG

BERITA TERKAIT