Selasa, 05 Mei 2020 11:03
Perempuan India berjalan kaki 1.200 kilometer sambil menggendong anak dan menenteng koper.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Inilah salah satu perempuan tangguh India. Menggendong bayi dengan tangan kanan. Tangan kirinya menarik sebuah koper besar, beroda.

 

Perempuan berambut ikal itu tampak mengenakan masker. Dia berjalan kaki dari Surat di Gujarat ke Prayagraj di Uttar Pradesh. Setelah diperiksa di peta, ternyata jaraknya 1.200 kilometer.

Video perempuan yang berjalan kaki itu beredar di Twitter pada 2 Mei 2020. Dia diketahui sebagai pekerja migran. Namun, tidak disebutkan identitasnya.

Banyak orang India yang mentweet video itu kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi. Mereka mempertanyakan, mengapa dana PMCares tidak digunakan untuk menyediakan transportasi gratis kepada para pekerja migran ini. 

 

Jutaan pekerja seperti itu di seluruh negeri dibiarkan tanpa pekerjaan, makanan atau uang, setelah pemerintah mengumumkan penutupan secara mendadak.

Wanita itu satu di antara ribuan pekerja migran India yang mulai berjalan bulan lalu. Dari kota-kota tempat mereka bekerja kembali ke desa-desa mereka di wilayah terpencil negara itu.

Penutupan secara nasional diumumkan pada bulan Maret. Sebagian besar dari mereka meninggalkan desa mereka untuk bekerja sebagai buruh harian.

Setelah para tweep dan jurnalis mulai berbagi cerita seperti itu, dan mewawancarai para pembuat undang-undang tentang nasib pekerja migran miskin India, pekan lalu pemerintah mengumumkan kereta api untuk para migran ini kembali ke desa mereka. 

Namun, tiket dikenakan biaya dan sebagian besar pekerja ini sudah berjuang dengan kemiskinan.

“Bayangkan penderitaan pekerja migran miskin di India. Wanita ini berjalan dari Surat ke Allahabad (1200 KM) bersama dengan anak dan kopernya," cuit pemilik akun @ SkGolamRasul7.

"Tidak bisa membayangkan penderitaan wanita ini, membawa anaknya & berjalan dari Surat ke Allahabad. Modiji, apakah begitu sulit untuk mengatur #FreeMigrantTrains? Apa yang Anda lakukan dengan dana PMCARES?" imbuh @srivatsayb.

"Menagih tenaga kerja migran untuk tiket kereta api pulang ke rumah adalah kekejaman. Inilah tujuan bantuan pemerintah. Ini adalah tujuan sumbangan orang-orang, sehingga orang miskin dapat diberi bantuan ini," kritik Faye Dsouza, wartawan India.


 

TAG

BERITA TERKAIT