RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sulsel mencatat 577 kasus positif. Data itu diperbarui Dinas Kesehatan Sulsel pada Sabtu (2/5/2020).
Ada tambahan kasus yang tersebar di beberapa daerah seperti Bone, Kota Makassar, Maros, Luwu Timur, Selayar, Kota Parepare, dan Bulukumba.
Guna mempersempit dan mencegah penyebaran Covid-19 serta mengembalikan zona hijau kabupaten kota, Wakil Gubernur Andi sudirman Sulaiman mengusulkan agar penanganan ODP, PDP, dan OTG dipusatkan di Makassar.
"Melihat kondisi yang ada dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 di Kabupaten/Kota di Sulsel, saya menghimbau agar semua ODP, PDP, OTG dan positif Covid-19 dirujuk ke Makassar," ungkapnya.
Hal itu sebagai saran Wagub, agar penanganan pasien terfokus, maksimal, dan penyebaran tidak semakin meluas.
"Juga agar tenaga medis tidak banyak yang tertular serta mengembalikan kabko jadi zona hijau" tegasnya.
"Kita sudah siapkan karantina khusus ODP di hotel. Positif OTG juga. RS rujukan positif sudah ditetapkan sebentar lagi Sayang Rakyat juga. Kita ingin memetakan wilayah karena konsentrasi hanya di hotel dan RS rujukan sehingga kota dan kabupaten kembali jadi zona hijau," urai wagub.
Wagub juga menambahkan, jika telanjur menyebar, semakin susah untuk dikontrol. Warga pasti berinteraksi dengan warga lainnya. Khususnya bagi mereka yang tanpa gejala.
"Kalau disatukan di tempat khusus, kabupaten/kota bisa fokus supply dan rujuk serta bujuk ODP, OTG positifnya ke Makassar. Juga termasuk yang sedang dirawat jika mengkhawatirkan karena kondisi berat dan faktor risiko dan fasilitas RS daerah," lanjut wagub.
Pertimbangan lainnya karena daerah salah satu penopang pangan. Dengan memusatkan penanganan kasus corona di Makassar, daerah bisa fokus menyiapkan pangan dalam menopang perekonomian.
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Wahyudi Muchsin menyampaikan bahwa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan memiliki rumah sakit rujukan Covid-19. Sebaiknya itu dimaksimalkan.
"Jika pasien dalam kondisi berat dan tidak bisa ditangani oleh rumah sakit rujukan di daerah, ada baiknya dirujuk ke Makassar," jelasnya, Sabtu (2/5/2020).
Iapun menambahkan, selama semua proses penanganan pasien Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan, dia yakin bisa ditangani.
Hal senada juga disampaikan dr Malik Chandra. Menurutnya hal wajar jika dirujuk ke Makassar.
"Bagi saya wajar, apabila pasien dalam kondisi berat dimana daerah tidak mampu untuk memberikan penanganan di daerah. Tentunya sebelum dirujuk harus ada koordinasi sebelumnya antara perujuk dan tujuan rujukan," sambungnya.
Ia sepakat dengan pasien Covid-19 Sulsel yang berada di daerah agar di rujuk ke Makassar.
"Saya sepakat apabila tuan rumah Makassar siap dalam artian, Pemprov menunjuk rumah sakit mana yang disepakati dalam segala hal. Dan manajemen rumah sakit bersangkutan menyetujui dan telah siap. Sepakat apabila menurut kalkulasi jumlah semua pasien Covid se-Sulsel apabila disatukan Makassar masih bisa mengcover," imbuhnya.
Tambahnya, Namun apabila melebihi Kuota maka pasien yang dirujuk diseleksi mana yang perlu didahulukan. Sepakat dalam hal mempersempit ruang penyebaran. Karena kemampuan paramedis di daerah masih belum terlatih menangani pasien Covid-19.
"Jadi kalau misalnya tiap kabupaten hanya memiliki dua pasien, saya kira masih bisa Makassar mengcover. Selain mempersempit ruang penularan juga mempermudah, kontrol pelaporan dan alokasi anggaran Covid-19," ungkap dokter yang saat ini sedang menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam.
Diketahui di Makassar, Rumah sakit rujukan covid-19 antara lain RSKD Dadi, RS Sayang Rakyat, RS Pendidikan Unhas, dan RSUP Wahidin Sudirohusodo.