Sabtu, 02 Mei 2020 07:31
Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kabupaten Wajo, Supardi
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,WAJO - Kasus corona di Wajo ini tergolong unik. Seorang pasien harus bolak balik rumah sakit gara-gara hasil tes yang tidak konsisten.

 

Awalnya, warga asal Alelebbae, Kecamatan Pitumpanua itu dirawat di RSUD Siwa. Statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Selama dirawat kondisinya cukup baik. Sampel swab dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. Hasilnya negatif Covid-19.

Akhirnya, RSUD Siwa membolehkan pasien kembali ke rumah. Namun, tetap menjalani isolasi mandiri. Juga tetap dipantau tim medis. 

 

Sebelum pulang ke rumah, tim medis mengambil sampel kedua dan kembali dikirim ke Makassar. Ternyata hasilnya positif. Wajo langsung heboh. Termasuk DPRD. Direktur RSUD Siwa dipanggil untuk menjelaskan keputusan memulangkan pasien yang ternyata positif corona.

Pasien tersebut kembali dijemput untuk dirawat di rumah sakit. Sampel swab kembali dikirim ke Makassar. Hasil tes PCR ketiga menunjukkan negatif.

Belum puas, RSUD Siwa kembali mengirim sampel keempat. Ternyata, hasilnya sama, tetap negatif Covid-19.

"Sesuai dengan protokol Kemenkes, apabila pasien dua kali berturut-turut negatif, maka pasien tersebut dinyatakan sembuh dari Covid-19," ujar Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kabupaten Wajo, Supardi, Jumat (1/5/2020).

Supardi menambahkan, hasil pemeriksaan swab kedua terhadap seorang warga Kecamatan Tempe dan dua perawat RSUD Lamaddukkelleng, hasilnya juga dinyatakan negatif.

"Alhamdulillah, semuanya negatif," ujar kepala Bidang Humas Dinas Infokom Kabupaten Wajo ini.

Dijelaskan, berdasarkan protokol Kemenkes, pemeriksaan PCR merupakan standar untuk menentukan diagnosa Covid-19. Dengan demikian, walaupun hasil rapid test positif, dapat dipastikan bahwa keduanya tidak terinfeksi virus corona.

Sebelumnya juga sudah keluar hasil PCR kedua dari tiga tenaga medis dari RSUD Siwa. Hasilnya negatif. Saat ini masih ada enam orang yang ditunggu hasil swab keduanya.

"Untuk itu kami tetap berharap pada warga masyarakat untuk tetap berada di rumah, tetap beribadah Ramadan di rumah. Hindari kerumunan, sehingga kita secara bersama-sama dapat memutuskan mata rantai penularan Covid-19 ini," harap Supardi. (Rakyatku.com/Rasyid)
 

TAG

BERITA TERKAIT