RAKYATKU.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) belum bisa diterakan Pemerintah Kabupaten Sinjai. Meski telah diumumkan adanya enam orang positif Covid-19, Jumat (1/5/2020).
Bupati Andi Seto Asapa mengaku, PSBB harus melalui kajian dan harus memenuhi beberapa indikator.
"Kalau PSBB belum memungkinkan untuk diterapkan. Banyak hal yang harus dikaji dengan melibatkan tim ahli jika PSBB ini akan diberlakukan," ucapnya.
Sinjai hanya menerapkan tanggap darurat. Sebelumnya hanya berstatus siaga darurat.
Sejauh ini, kata bupati muda itu, rumah sakit juga masih memiliki kapasitas lebih untuk isolasi pasien positif.
Sedangkan yang berstatus Orang Dalam Pemantaun (ODP) ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG), Pemkab Sinjai menyiapkan Hotel Sinjai sebagai lokasi isolasi.
"Kita punya tempat tidur di sana ada 16. Kita pisahkan pasien yang positif corona dengan status PDP. Termasuk pasien wanita dan laki-laki juga ruangannya kita pisahkan," jelas Andi Seto.
Bupati juga mengimbau agar masyarakat tetap berada di rumah, menjalankan ibadah di rumah, menjaga kebersihan, menaati anjuran physical distancing dan menghindari kerumunan termasuk melakukan ngabuburit.
"Kita harapkan tidak ada lagi penambahan kasus positif di Sinjai. Olehnya itu kami harap masyarakat lebih sadar dan mentaati imbauan pemerintah," harap Andi Seto.