Kamis, 30 April 2020 23:02
Seekor anjing Labrador kuning, sedang dilatih untuk mendeteksi aroma virus corona sebagai bagian dari studi Universitas Pennsylvania.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Orang Tanpa Gejala (OTG) paling rentan menyebarkan virus corona. Ilmuwan sementara melatih anjing sebagai alat diagnostik baru.

 

Anjing sekarang dilatih di AS dan Inggris untuk mengendus virus corona.

Dikutip dari Washington Post, delapan labrador retriever sedang dilatih di bawah proyek penelitian University of Pennsylvania. Anjing dilatih untuk mendeteksi bau yang terkait dengan virus corona.

Upaya serupa sedang dilakukan di London School of Hygiene dan Tropical Medicine. Para peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa anjing dapat mengidentifikasi infeksi malaria pada manusia.

 

Jika pelatihan berhasil, maka anjing pada akhirnya akan digunakan dalam semacam korps "pengawasan anjing". Mereka dapat menyaring orang di bandara, pusat perbelanjaan, atau rumah sakit.

Tidak akan mengherankan jika anjing lulus tes mendeteksi SARS-CoV-2. Selain obat-obatan, bahan peledak, dan barang makanan selundupan, anjing dapat mengendus malaria, kanker, dan bahkan bakteri yang merusak kebun jeruk Florida.

Para peneliti telah menemukan virus memiliki bau yang spesifik, kata Cynthia M Otto, direktur Working Dog Center di Penn's School of Veterinary Medicine.

"Kami tidak tahu bahwa ini akan menjadi bau virus, per se, atau respons terhadap virus, atau kombinasi," kata Otto, yang memimpin proyek tersebut. 

"Tapi anjing-anjing itu tidak peduli apa aromanya. Yang mereka pelajari adalah ada sesuatu yang berbeda dengan sampel ini daripada tentang sampel itu," lanjutnya.

James Logan, kepala departemen pengendalian penyakit London School of Hygiene & Tropical Medicine, menyebut anjing sebagai alat diagnostik baru yang dapat merevolusi respons kita terhadap Covid-19.

Dia mengatakan pada hari Selasa bahwa tim penelitiannya mengharapkan untuk mulai mengumpulkan sampel Covid-19 dalam hitungan pekan dan bekerja sama dengan Anjing Deteksi Medis amal untuk melatih anjing segera setelah itu.

"Setiap anjing dapat menyaring hingga 250 orang per jam," kata Logan. 

"Kami secara bersamaan sedang mengerjakan model untuk meningkatkannya sehingga dapat digunakan di negara lain di pelabuhan masuk, termasuk bandara," tambah Logan.

Di Pennsylvania, Miss M, Poncho, dan enam Labs coklat, kuning, dan hitam lainnya telah memulai tahap pertama pelatihan mereka. Belajar mengidentifikasi bau untuk hadiah makanan.

Selanjutnya, anjing akan dilatih menggunakan sampel urine dan saliva yang dikumpulkan dari pasien yang dites positif dan negatif di Rumah Sakit Universitas Pennsylvania dan Rumah Sakit Anak Philadelphia.

"Itu akan menjadi bukti konsep berikutnya: Bisakah kita melatih mereka untuk mengidentifikasinya ketika seseorang memilikinya dan orang itu bergerak? Atau bahkan berdiri diam?" kata Otto.

TAG

BERITA TERKAIT