Rabu, 29 April 2020 09:02
Warga India harus berjalan kaki karena transportasi dihentikan selama lockdown. (FOTO: REUTERS)
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Sulit membayangkannya. Insaaf Ali berjalan kaki untuk pulang ke kampungnya. Dia menempuh jarak hampir 1.500 kilometer dalam 15 hari.

 

Ali berjalan kaki dari Mumbai, India menuju rumahnya di distrik Shravasti di Uttar Pradesh. Dia seorang buruh di Vasai, Mumbai. 

Ali berjuang untuk mendapatkan makanan dan air di jalan sambil terus berjalan kaki. Dia mencapai pinggiran desanya pada hari Senin dan segera dibawa ke pusat karantina di Matkhanwa di bawah kantor polisi Malhipur di distrik tersebut.

Dia meninggal beberapa jam kemudian. Dilaporkan karena dehidrasi dan kelelahan.

 

Inspektur Polisi, Shravasti, Anoop Kumar Singh mengatakan, Ali mencapai Matkhanwa sekitar pukul 07.00 pagi dan dikarantina setelah tes dasar di sekolah setempat.

"Dia juga disajikan sarapan yang layak setelah dia beristirahat. Tetapi, setelah lima jam, dia mulai mengeluh sakit di bagian atas perut dan juga muntah tiga kali," kata Singh.

Sebelum dokter datang, Ali pingsan.

Kepala Petugas Medis AP Bhargava mengatakan, mereka telah mengambil sampel dan mengirimnya ke rumah sakit Dr Ram Manohar Lohia di Lucknow untuk melakukan tes virus corona.

Selama pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan oleh tim dokter, tidak ada tanda atau gejala virus corona yang terlacak.

Agyaram, kepala desa Matkhanwa, mengatakan bahwa Ali telah mencapai Shravasti pada 24 April. Tinggal di rumah mertuanya yang berjarak sekitar 10 kilometer.

"Pada hari Senin, dia berangkat ke rumahnya di desa Matkhanwa. Dia kurang sehat," katanya.

Ali meninggalkan istri, Salma Begum dan putra mereka yang berusia enam tahun.

TAG

BERITA TERKAIT