RAKYATKU.COM,WAJO - Tarif dasar air PDAM Tirta Dharma Wajo tidak berubah selama wabah corona. Padahal, perekonomian warga sedang terganggu.
Para pelanggan berharap ada keringanan. Masyarakat tengah terhimpit ekonomi akibat kebijakan pemerintah meliburkan masyarakat dari aktivitas usaha.
Syarifuddin, warga Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe, menuturkan, perekonomian keluarganya tidak stabil sejak adanya kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Pria 32 tahun itu berharap, Pemerintah Kabupaten Wajo dapat memberikan keringanan bagi para pelanggan PDAM Tirta Dharma. Mereka rata-rata terdampak kebijakan Covid-19.
"Harusnya ada keringanan. Jika perlu digratiskan beberapa bulan karena ada kebijakan dari pemerintah," imbuhnya. Senin (27/4/2020).
Kebijakan penurunan tarif air, menurut Syarifuddin, selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang memberikan keringanan bagi masyarakat pengguna listrik.
"Kalau tarif listrik juga ada keringanan, kenapa tarif air gak ada? Kan sama-sama pemerintah. Mereka harus tahu kondisi sekarang seperti apa yang dialami warga," ujar Syarif.
Sementara, Nur Alam (43), warga Bulupabbulu Kecamatan Tempe meminta PDAM menggratiskan tarif air bersih selama wabah corona berlangsung.
"Saya minta digratiskan saja karena keuangan keluarga sedang terpuruk. Kalau kita dipaksa bayar normal, terus kita dilarang bekerja sama pemerintah, nanti mau makan apa keluarga saya. Tolong ada kebijakan buat kita semua," tambah Nur Alam.
Dikatakan, meski tarif air tidak seberapa besar, namun bagi Nur Alam, situasi saat ini memaksa masyarakat meminimalkan pengeluaran. Sebab, selama wabah virus corona terjadi, pemerintah menganjurkan seluruh masyarakat untuk tinggal di rumah.
"Jangankan ratusan, sepuluh ribu rupiah juga sulit kalau sekarang. Biar penghasilan bapaknya hanya ma'bemor. Kita dipaksa bayar, terus uangnya gak ada. Apa mau dicabut dan kita rakyat kecil dibiarkan sengsara? Saya harap pemerintah bisa mengerti problem warganya," tutup Alam. (Rakyatku.com/Rasyid)