Senin, 27 April 2020 08:01
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Siapa kepala daerah paling gereget menangani wabah virus corona? Hasil survei Median menyebut Anies Rasyid Baswedan.

 

"Publik mempersepsi Anies Baswedan sementara ini sebagai yang paling kuat. Publik melihat Anies Baswedan yang paling cepat tanggap dan pertama kali berinisiatif mengambil langkah PSBB," kata Direktur Median, Rico Marbun, Minggu (26/4/2020).

Median melakukan penelitian dengan melibatkan 20.658 nomor telepon responden. Dipilih secara acak dari survei Median sebelumnya pada September 2018-Februari 2020.

Survei ini kemudian mengambil sampel 800 nomor telepon responden dari total 20.658 nomor telepon. Pengambilan data berlangsung dari 6 hingga 13 April 2020.

 

Margin of error dalam penelitian tersebut juga disebutkan dalam angka kurang-lebih 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, Anies Baswedan unggul jauh saat responden ditanya kepala daerah yang paling tepat menangani virus corona.

Anies Baswedan mendapat 24,1 persen, disusul Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang terpaut cukup jauh 9,6 persen. Di bawahnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil 8,9 persen; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 8,0 persen; dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini 3,7 persen.

Dari 23 nama teratas yang ditampilkan Median, Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah bertengger di posisi 15 dengan 0,5 persen. Angkanya sama dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe; Wali Kota Solo, FX Rudyatmo; Gubernur Babel, Erzaldi Rosman; dan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

"Kita perlu ingat bahwa data ini adalah data persepsi atas kinerja. Jadi, faktor kinerja tidak berdiri sendiri. Ada juga faktor ekspansi informasi atas kinerja," kata Rico.

Jakarta memulai memberlakukan PSBB sejak 10 April 2020. Adapun kepala daerah yang lain, Gubernur Papua Lukas Enembe, misalnya, juga menerapkan pembatasan namun bukan PSBB, melainkan bernama 'Pembatasan Sosial yang Diperluas' sejak 26 Maret 2020.

Informasi mengenai yang dilakukan Anies jauh lebih banyak ketimbang informasi mengenai yang dilakukan kepala daerah lain. Informasi itu tersedia di media massa maupun media sosial. Dengan demikian, kinerja seorang kepala daerah tidak menjadi faktor tunggal dalam ranking survei ini.

Menanggapi hasil survei tersebut, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyindir berbagai kebijakan Anies selama ini. Setahu mereka, kebijakan Anies Baswedan kerap berbenturan dengan pemerintah pusat.

"Saya tidak mau mempersoalkan itu. Anggaplah itu suatu kebenaran. Tetapi bagi kami Fraksi PDIP adalah bagaimana gerak dan derap langkah Pak Anies menangani Covid-19 ini di Jakarta relatif, ya, selalu bertubrukan dengan kebijakan pemerintah pusat. Itu yang selalu kami lihat," kata Ketua Fraksi PDIP DKI, Gembong Warsono, Minggu (26/4/2020).

"Bagaimana pun juga, perlu dicatat bahwa gubernur itu adalah wakil pemerintah pusat di daerah, kan gitu. Dengan wakil pemerintah pusat di daerah secara otomatis kebijakannya harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat," lanjutnya.

Gembong mencontohkan usulan Anies untuk memberlakukan lockdown dan efek kejut di Jakarta. Padahal, pemerintah pusat tidak setuju dan lebih memilih PSBB.

Hasil surveri Median tentang kepala daerah paling tepat menangani virus corona:

1. Anies Baswedan (Gub Jakarta): 24,1%
2. Ganjar Pranowo (Gub Jateng): 9,6%
3. Ridwan Kamil (Gub Jabar): 8,9%
4. Khofifah Indar Parawansa (Gub Jatim): 8,0%
5. Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya): 3,7%
6. Dedy Yon Supriono (Wali Kota Tegal): 2,1%
7. Herman Deru (Gub Sumsel): 1,1%
8. Hendrar Prihadi (Wali Kota Semarang): 1,1%
9. Fachrori Umar (Gub Jambi): 1,1%
10. Zulkifli Mansyah (Gub NTB): 0,5%
11. Sulkarnain (Wali Kota Kendari): 0,5%
12. Tri Ahyar Abduh (Wali Kota Mataram): 0,5%
13. Rohidin Mersyah (Gub Bengkulu): 0,5%
14. Oded (Wali Kota Bandung): 0,5%
15. Nurdin Abdullah (Gub Sulsel): 0,5%
16. Lukas Enembe (Gub Papua): 0,5%
17. FX Rudyatmo (Wali Kota Solo): 0,5%
18. Erzaldi Rosman (Gub Babel): 0,5%
19. Edy Rahmayadi (Gub Sumut): 0,5%
20. Edi Darmansyah (Bup Kukar): 0,5%
21. Benhur Tomy Mano (Wali Kota Jayapura): 0,5%
22. Arinal Djunaidi (Gub Lampung): 0,5%
23. Tidak tahu/tidak jawab: 33,3%

TAG

BERITA TERKAIT