RAKYATKU.COM - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe kembali menyebut Kota Parepare saat ini sebagai zona merah atau daerah terjangkit.
Pasalnya saat ini, satu warga Parepare ber-KTP Bogor positif corona. Dia adalah kepala cabang PT Pelni Parepare.
Pernyataan Kota Parepare sebagai zona merah disampaikan Taufan saat melakukan penandatanganan maklumat bersama di posko Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di rumah jabatan wali kota Parepare, Selasa (21/4/2020).
"Sebelumnya kita pernah menyampaikan Kota Parepare sebagai zona merah. Alhamdulillah kerja-kerja tim medis Rumah Sakit Andi Makkasau sangat luar biasa menghadapi pasien ODP, PDP, maupun positif dari luar daerah. Kita mampu keluar dari zona tersebut. Tapi mulai tadi malam, setelah GM PT Pelni dinyatakan positif, kita sudah masuk lagi zona merah," jelas Taufan.
Taufan menambahkan, data terakhir saat ini untuk yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Parepare sekitar 592 orang.
Olehnya itu, Taufan mengimbau warga Parepare harus berhati-hati dengan selalu menggunakan alat pelindung kesehatan. Khususnya menggunakan masker saat keluar rumah.
Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Renny Anggraini Sari mengatakan, saat ini pihaknya tengah menangani lima pasien yang terindikasi Covid-19.
Dua di antaranya dari Pelni Parepare, satu orang tukang masak KM Lambelu, serta dua pasien yang merupakan anak dan ibu.
"Semua kita swab dan menunggu hasilnya hingga tiga hari ke depan. Namun kondisi semua pasien, baik dan stabil. Bahkan ada yang tidak diopname. Tapi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, tetap kita lakukan perlakuan khusus terhadap seluruh pasien," urai dr Renny menjabarkan.
Renny mengatakan, pasien positif di Parepare mestinya membuat masyarakat lebih mawas dan berhati-hati terhadap penyebaran corona. Pihaknya juga berpesan, agar masyarakat tetap berapa di rumah jika tak ada keperluan di rumah rumah.
"Kalaupun harus tetap keluar rumah, gunakan masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan. Saat ini Parepare zona merah. Lindungi keluarga dari paparan virus corona karena kita tidak tahu, siapa saja yang terpapar di sekitar kita," pasannya.
Humas RSUD Andi Makkasau, Farida mengatakan, tim Covid-19 RSUD Andi Makkasau yang menangani pasien saat ini adalah tim kedua yang dibentuk manajemen rumah sakit bertipe B tersebut.
"Semua prosedur tetap dijalankan sesuai penanganan terhadap pasien corona. Termasuk perlindungan terhadap semua tenaga medis yang tergabung dalam tim Covid-19 Parepare," katanya.