Sabtu, 18 April 2020 09:00
Jeuel G Jomay (dalam kotak)
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Perjuangan tujuh tahun Jeuel G Jomay berakhir. Dilahirkan pada Paskah 2004, remaja itu mengembuskan napas terakhir sehari setelah usianya genap 16 tahun.

 

Dia siswa kelas 10 dari GEMS Millennium School di Sharjah, Uni Emirat Arab. Jeuel menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Amerika di Dubai. Tempat ia dirawat dua pekan.

Bocah itu berasal dari Kerala, India. Orang tua dan dua adik lelakinya memohon agar dia dimakamkan di kampung halaman mereka, Kerala.

Setelah berhari-hari berjuang, keluarga itu mendapat persetujuan. Jenazah dikirim dengan pesawat kargo pada Rabu (15/4/2020). Namun, tidak satu pun dari mereka yang bisa terbang.

 

"Ayahnya ingin terbang bersamanya. Tapi itu tidak mungkin. Akhirnya, kami berhasil mengirimnya kemarin. Kami berterima kasih kepada semua orang yang mendukung kami," kata sepupu Jeuel seperti dikutip dari Gulf News.

Karena pembatasan dan aturan jarak sosial, hanya anggota keluarga yang dapat menghadiri ritual di Muhaisnah sebelum mayat diterbangkan ke Kerala dengan penerbangan kargo Emirates.

Upacara pemakaman Jeuel di rumah dimulai pukul 04.00 pagi di UEA. Sepupunya mengatakan, keluarganya dan keluarga Jeuel menyaksikan upacara di Facebook.

Gereja St Mary di Sharjah menyediakan tautan ke YouTube yang disiarkan langsung di situs webnya untuk para anggota keluarga.

Puluhan ribu orang menyaksikan kebaktian berdurasi lima jam yang dimulai dengan doa di rumah keluarga di Pathanamthitta diikuti dengan upacara di sebuah gereja lokal di sana. 

Sepupu Jeuel mengatakan keluarga itu juga harus mendapatkan izin khusus untuk mengadakan upacara pemakaman selama kurungan di rumah.
 

TAG

BERITA TERKAIT