RAKYATKU.COM - Perhatian pemerintah Filipina terhadap warganya di luar negeri jadi ajang pertengkaran. Seorang staf POLO dicopot karena diduga menghina penerima bantuan.
POLO adalah kantor Perburuhan Luar Negeri Filipina di Dubai. Seorang staf dicopot karena diduga menghina seorang warga Filipina yang menanyakan sumber bantuan makanan tersebut.
Sekretaris Perburuhan Filipina, Silvestre Bello III memerintahkan mencopot Danilo Flores, petugas kesejahteraan di POLO Dubai.
Kepala Buruh juga memerintahkan penyelidikan cepat untuk menentukan kesalahan Flores atas dugaan kelakuan buruk dalam berurusan dengan pekerja Filipina di luar negeri (OFW).
Investigasi tersebut menyusul insiden pada 16 April. Melibatkan Joy Parafina, seorang warga Filipina di Dubai dengan Flores.
Parafina menceritakan kembali kejadian itu lewat Facebook yang menjadi viral. Parafina mengaku Flores melecehkannya setelah dia bertanya apakah ada tanda terima untuk paket makanan yang didistribusikan.
Parafina mengatakan dia tahu bahwa pemerintah Filipina telah mengalokasikan bantuan tunai $ 200 atau sekitar Rp3 juta untuk ekspatriat Filipina yang terkena dampak Covid-19.
Namun, yang mereka peroleh hanya paket makanan berisi dua kantong beras dan beberapa makanan kaleng.
Awalnya, Parafina bertanya kepada staf di toko bahan makanan lokal tempat pendistribusian bantuan. Namun, staf tersebut mengaku tidak mengetahui pengaturannya. Dia menyarankan Parafina menghubungi petugas POLO-Dubai.
Bello mengatakan, Flores dinonaktifkan dari tugasnya sebagai petugas kesejahteraan sambil menunggu penyelidikan atas insiden tersebut.
Sekretaris tenaga kerja juga meyakinkan publik tentang program kesejahteraan dan bantuan berkelanjutan DOLE untuk OFW.
"POLO berfungsi sebagai perpanjangan tangan Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan (DOLE) Filipina dalam implementasi kebijakan dan program ketenagakerjaan Filipina untuk melindungi hak-hak dan promosi kesejahteraan dan kepentingan orang-orang Filipina yang bekerja di luar negeri," jelasnya.