Sabtu, 18 April 2020 10:00
Presiden RI, Joko Widodo
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Indonesia menderita di tengah pandemi virus corona. Namun, ada harapan besar yang diungkapkan Presiden Joko Widodo.

 

Ibarat pepatah RA Kartini yang amat populer. Habis gelap, terbitlah terang. Presiden Jokowi melihat "cahaya terang" setelah wabah virus corona berakhir.

"Saya meyakini ini hanya sampai akhir tahun. Tahun depan booming di pariwisata," kata Jokowi saat memberikan pengantar rapat terbatas mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kamis (16/4/2020).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, keinginan untuk berlibur diperkirakan tak tertahankan. Setelah lama berdiam diri dalam rumah. 

 

"Semua orang pengin keluar. Semua orang ingin menikmati kembali keindahan pariwisata sehingga optimisme itu yang harus terus diangkat," ujar dia.

Makanya, dia mengingatkan Kementerian Pariwisata agar memanfaatkan momentum tersebut.

"Jangan sampai nanti kita terjebak pada pesimisme karena masalah COVID-19 ini sehingga booming yang akan muncul setelah COVID-19 ini selesai tak bisa kita manfaatkan secara baik," lanjut Jokowi.

Jokowi yakin industri pariwisata akan langsung tumbuh pesat pasca pandemi Covid-19. 

Sementara untuk mengatasi industri pariwisata yang lesu saat ini, Jokowi meminta jajaran terkait untuk menyiapkan stimulus ekonomi.

Jokowi berharap pelaku industri pariwisata bisa bertahan dan tak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja. Selain itu, Jokowi meminta ada perlindungan sosial yang diberikan kepada pekerja di sektor pariwisata. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghidupkan pariwisata dalam negeri di tahun depan.

Strategi ini khususnya untuk menarik turis asing agar wisata Indonesia tak kalah dari negara-negara lain begitu Covid-19 berakhir. 

"Kita meyakini setelah kondisi WFH ini, pada 2021 pariwisata justru bisa rebound secara signifikan, tentu saja kita harus kompetisi dengan negara yang lain untuk melakukan berbagai strategi ke depan," kata Wishnutama.

Untuk itu, saat ini pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan berbagai destinasi wisata prioritas untuk mempersiapkan langkah-langkah menyabut kebangkitan sektor pariwisata.

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut, puncak masa pandemi virus corona di Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Mei 2020. 

"Angka kasus pada saat puncak itu secara kumulatif diprediksi 95.000 kasus," kata Wiku dalam press briefing bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Gugus Tugas Doni Monardo.

Wiku mengatakan, penurunan jumlah kasus diprediksi baru akan terjadi pada Juni atau Juli 2020. Namun pada saat itu, angka kasus positif Covid-19 diprediksi sudah tembus lebih dari 100.000 kasus positif. 

"Selama Juni-Juli kasus konfirmasi positif sudah akan mencapai 106 ribu kasus," jelas Wiku.

Menurutnya, angka itu merupakan gabungan dari hitungan sejumlah ilmuwan dan para ahli. "Kami sudah me-review dan mengkombinasikan semua prediksi itu," kata dia.

TAG

BERITA TERKAIT