Sabtu, 18 April 2020 08:00
Mufti Besar Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz Al al-Sheikh
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Kasus virus corona di Arab Saudi cukup mengkhawatirkan. Pada Jumat (17/4/2020), terjadi penambahan kasus positif baru 762 orang.

 

Kementerian Kesehatan mengumumkan, hingga saat ini total infeksi di negara kerajaan itu sudah menjadi 7.142 kasus. Sementara kematian bertambah empat orang menjadi 87 orang.

Lonjakan temuan kasus positif itu terjadi setelah tim medis melakukan tes massal di lingkungan padat penduduk. Penyaringan juga dilakukan secara intensif.

Langkah-langkah pencegahan lebih lanjut untuk membatasi penyebaran virus corona juga telah diumumkan. Kementerian Dalam Negeri mengatakan memberlakukan jam malam 24 jam di Samtah dan Addayer Governorate.

 

Kementerian menegaskan bahwa tindakan pencegahan seperti itu dimaksudkan untuk melindungi masyarakat. 

Sebelumnya, polisi di Riyadh telah menangkap empat orang yang terlibat dalam penjualan izin palsu selama jam malam.

Letnan Kolonel Shaker Al-Tuwaijri, juru bicara kepolisian di wilayah Riyadh, mengatakan, dua di antaranya warga Saudi dan dua orang Mesir yang berusia 40-an dan 50-an.

Saudi Gazette melaporkan, kelompok itu menjual satu izin palsu seharga SR3,000. Pejabat keamanan menyita 31 izin palsu yang dimaksudkan untuk dijual seharga SR93.000.

Fatwa Ramadan dan Idulfitri

Sementara terkait Ramadan dan Idulfitri, Mufti Besar Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz Al al-Sheikh telah mengeluarkan fatwa baru.

Otoritas keagamaan tertinggi di negara itu mengatakan, bahwa salat tarawih selama Ramadan dan Idulfitri harus dilakukan di rumah. Itu jika wabah virus corona berlanjut.

"Salat tarawih dapat dilakukan di rumah jika tidak dapat dilakukan di masjid karena tindakan pencegahan yang diambil untuk memerangi penyebaran virus corona," katanya seperti dikutip dari Saudi Okaz.

Sebelumnya, Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi mengumumkan, salat tarawih selama Ramadan hanya akan dilakukan di rumah. Penangguhan salat di masjid tidak akan dicabut hingga virus corona berakhir.

"Penangguhan salat lima waktu di masjid lebih penting daripada penangguhan salat tarawih. Kami memohon kepada Allah subhanahu wata'ala untuk menerima doa dari kita semua dan melindungi umat manusia dari epidemi yang melanda seluruh dunia," tutur Menteri Urusan Islam Saudi, Dr Abdul Latif Al Sheikh seperti dikutip dari Al Riyadh.

TAG

BERITA TERKAIT