RAKYATKU.COM,BARRU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof Dr Tito Karnavian meminta kepada semua pemerintah daerah untuk merevisi kembali hasil refocusing anggaran terkait penanganan Covid-19.
Saat melakukan rapat koordinasi dengan semua kepala daerah se-Indonesia melalui video conference, Jumat (17/4/2020), Mendagri memberi penambahan waktu selama 14 hari dari 9 April 2020 untuk melakukan revisi.
Revisi dari hasil refocusing yang sebelumnya sudah diselesaikan sebagian daerah. Termasuk Pemkab Barru. Mendagri memberi penekanan jika anggaran di masing-masing SKPD atau unit kerja yang sudah teranggarkan di APBD 2020, bisa dipangkas hingga 50 persen untuk dialihkan ke penanganan Covid-19.
Dana tersebut yang nantinya masuk dalam parsial perubahan APBD Refocusing Anggaran, bakal dialokasikan ke penanganan kesehatan, sosial safety net, dan penanggulangan dampak ekonomi sesuai instruksi pemerintah pusat.
Khusus Pemkab Barru, sebelumnya sudah melakukan refocusing anggaran di semua SKPD dan unit kerja. Hasil penyesuaiannya di refocusing pertama, ada dana sekitar Rp27 miliar bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19.
Setelah itu di refocusing kedua, ada penambahan lagi yang bisa dialokasikan sewaktu-waktu yang total jumlahnya sekira Rp40 miliar.
Berdasarkan pantauan, selain soal arahan itu, di rapat video conference ini, Mendagri juga mengurai mengenai regulasi, pengambilan kebijakan, dan penyampaian informasi data, serta langkah-langkah yang harus disinergikan antara pusat dan daerah.
"Dari arahan Mendagri, tentu ini akan menjadi dasar bagi kami dalam mengeluarkan dan menjalankan kebijakan secara terstruktur, terkoordinasi dan sistematis di Barru," kata Suardi Saleh usai mengikuti rapat di Barru Smart Information Center (Basic).
Sekadar diketahui, di rapat Kemendagri dan para kepala daerah terkait percepatan penyusunan parsial perubahan APBD, selain diikuti oleh Bupati Barru Suardi Saleh, juga hadir di ruang Basic, yakni Ketua DPRD Barru Lukman T, Wakil Bupati Barru Nasruddin AM.
Di samping itu, ikut Plh Sekretaris Daerah Abustan, Kepala BPKAD Barru Abubakar, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistika Barru Syamsuddin, dan Direktur RSUD Barru Andi Nikmawati.
Para pejabat di lingkup Pemkab dan pimpinan DPRD Barru, duduk mengenakan masker sambil menjaga jarak di Barru Smart Information Center. Mereka nampak serius memperhatikan arahan Mendagri dari layar LED ukuran besar yang terdiri 18 panel monitor dengan masing-masing tersusun dari monitor 32 inch yang ada di ruangan itu.
*Terjadi perubahan pada judul berita ini karena ada kekeliruan pada judul sebelumnya. Terima kasih (Redaksi)